Komnas HAM gandeng dewan kehutanan atasi konflik agraria

Senin, 26 Desember 2011 - 20:20 WIB
Komnas HAM gandeng dewan...
Komnas HAM gandeng dewan kehutanan atasi konflik agraria
A A A
Sindonews.com - Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) akan menggandeng dewan kehutanan nasional untuk menyelesaikan konflik agraria. Komnas HAM juga berencana membentuk tim nasional penyelesaian konflik tanah.

Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim mengatakan, Komnas HAM akan membentuk tim nasional penyelesaian kasus agraria. Pembentukan tim ini sudah direncanakan sejak dua tahun lalu, sebelum konflik Mesuji dan Bima terjadi.

"Ide membuat tim ini sudah direncanakan sejak kepengurusan Komnas HAM periode lalu. Kami sudah meminta pemerintah untuk menyiapkan komite khusus penyelesaian sengketa agraria," ujarnya, di kantor Komnas HAM, Senin (26/12/2011).

Paling lambat, tambah Ifdhal, awal tahun tim ini sudah akan dibentuk. "Tim ini sangat penting. Karena konflik agraria bisa terjadi di mana saja, di setiap kalangan. Kita butuh mekanisme penyelesaian konflik agraria. Ini sangat mendesak, jangan tunggu korban jatuh lagi," jelasnya.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Komnas HAM Bidang Eksternal Nurkholis. Menurutnya, tambang emas di Bima, diprotes warga karena keberadaannya yang merusak lingkungan, membongkar tanah, mengganggu sumber air, dan pertanian milik warga.

Begitupun yang terjadi dengan di Mesuji dan perkebunan sawit lainnya. Banyak tanah rakyat yang dijual kepada pemilik perkebunan tanpa adanya perjanjian yang jelas.

Tumpang tindihnya perturan dan tidak sesuainya perjanjian membuat masyarakat bereaksi terhadap perkebunan dan pemerintah daerah yang dinilai terlibat.

Dengan menggandeng dewan kehutan nasional, badan, serta lembaga terkait, Komnas HAM berharap setiap persoalan agraria di Indonesia dapat diselesaikan dengan baik, tanpa harus menimbulkan korban jiwa. (san)
()
Berita Terkini
Prabowo Ingatkan Penanganan...
Prabowo Ingatkan Penanganan Sampah Tak Bisa Gunakan Cara-cara Lama
3 Pemimpin Dunia Bertemu...
3 Pemimpin Dunia Bertemu Prabowo dalam Sepekan, Bukti Indonesia Dipercaya Dunia
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Makna Prabowo Minta...
Makna Prabowo Minta Aparatur Introspeksi, Qodari: Tak Ada yang Istimewa di Mata Hukum
Soal Usulan Ambil Alih...
Soal Usulan Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, KPK: Kita Ikuti Dulu Perkembangannya
Inpres Gajah Dinilai...
Inpres Gajah Dinilai Perkuat Perlindungan Habitat, Langkah Menhut Diapresiasi
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved