Polisi sesalkan tindakan anarkis warga
Senin, 26 Desember 2011 - 18:49 WIB
Polisi sesalkan tindakan anarkis warga
A
A
A
Sindonews.com - Anggapan Polisi lebih memakai upaya kekerasan dalam menagani konflik warga dibantah polisi. Polisi sudah memfasilitasi warga untuk berdialog, namun warga cendrung anarki. Untuk menjaga kepentingan publik maka polisi harus ambil tindakan tegas.
Hal ini disampaikan oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Saud Usman Nasution dalam konferensi pers di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (26/12/2011).
"Polisi sudah berdialog, dan sudah memfasilitasi keinginan warga. Sebetulnya ini adalah permasalahan antara masyarakat dengan pemda pada awalnya. Tetapi karena mereka memblokir jembatan penyeberangan dan mengganggu kepentingan publik," tutur Usman.
Kemudian, kata Usman, Polisi sudah berupaya bermediasi dengan warga, namun gagal. "Polisi tidak melarang mereka untuk berunjuk rasa. Silakan berunjuk rasa di Pemda atau di DPRD sebagai wakil-wakil rakyat untuk menyampaikan aspirasi mereka. Bukan di fasilitas umum, sangat mengganggu. Hal itu memaksa pihak kepolisian untuk bertindakan tegas tambahnya,” ungkapnya.
Dia mengatakan Kapolda sebagai penanggung jawab wilayah tersebut sudah turun, elemen masyarakat pun sudah diajak negosiasi. Polisi sendiri tidak menginginkan terjadinya bentrokan, apalagi sampai memakan korban jiwa dari warga sipil. (wbs)
Hal ini disampaikan oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Saud Usman Nasution dalam konferensi pers di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (26/12/2011).
"Polisi sudah berdialog, dan sudah memfasilitasi keinginan warga. Sebetulnya ini adalah permasalahan antara masyarakat dengan pemda pada awalnya. Tetapi karena mereka memblokir jembatan penyeberangan dan mengganggu kepentingan publik," tutur Usman.
Kemudian, kata Usman, Polisi sudah berupaya bermediasi dengan warga, namun gagal. "Polisi tidak melarang mereka untuk berunjuk rasa. Silakan berunjuk rasa di Pemda atau di DPRD sebagai wakil-wakil rakyat untuk menyampaikan aspirasi mereka. Bukan di fasilitas umum, sangat mengganggu. Hal itu memaksa pihak kepolisian untuk bertindakan tegas tambahnya,” ungkapnya.
Dia mengatakan Kapolda sebagai penanggung jawab wilayah tersebut sudah turun, elemen masyarakat pun sudah diajak negosiasi. Polisi sendiri tidak menginginkan terjadinya bentrokan, apalagi sampai memakan korban jiwa dari warga sipil. (wbs)
()