Belanda akhirnya minta maaf

Kamis, 08 Desember 2011 - 16:48 WIB
Belanda akhirnya minta...
Belanda akhirnya minta maaf
A A A
Sindonews.com - Secara resmi, Pemerintah Belanda akan menyatakan permintaan maafnya di acara peringatan tragedi pembantaian Rawagede, Karawang, Jumat 9 Desember 2011.
Pemerintah Belanda melalui Menteri Luar Negeri Uri Rosenthal juga menegaskan siap membayar kompensasi dan meminta maaf kepada keluarga dari korban yang tewas pada pembataian Rawagede pada 1947 silam di Indonesia.

Menurut Uri, permintaan maaf itu merupakan bentuk keadilan dari apa yang terjadi di Desa Rawagede (yang saat ini disebut Balongsari), di mana 430 orang tewas ditembak mati oleh Belanda.

"Saya harap, hal ini akan membantu para keluarga korban untuk mengubur kenangan buruk yang ada dalam hidupnya," kata Rosenthal, seperti dikutip Associated Press, Kamis (8/12/2011).
Duta Besar Belanda untuk Indonesia Tjeerd de Zwaan rencananya akan menyatakan permintaan maafnya di acara peringatan tragedi pembantaian tersebut pada Jumat besok.

Sebanyak sembilan orang keluarga korban dikabarkan memenangkan gugatan di pengadilan, dan Belanda pun dinyatakan bersalah atas tragedi pembantaian ini.

Pengacara dari ahli waris korban, Liesbeth Zegveld mengatakan, para keluarga korban cukup menyambut permintaan maaf dari Pemerintah Belanda. Mereka juga diberikan dana USD27 ribu atau sekira Rp244 juta sebagai ganti rugi.

"Tindakan ini sangat baik. Mereka juga terkesan dengan Pemerintah Belanda yang tidak mengajukan banding dan meminta maaf," ujar Liesbeth.

Kisah pembantaian Rawagede diceritakan sangat memilukan. Saat itu penduduk Rawagede dikumpulkan oleh tentara Belanda di tanah lapang, dan diberondong senapan. Itu cerita singkatnya.


Mengenai jumlah korban tewas, beberapa sumber menyebut angka berbeda. Menurut buku De Excessennota, tentara Belanda mengeksekusi sekitar 20 orang penduduk, dan jumlah korban tewas selama operasi berlangsung 150 jiwa.

Namun pada batu peringatan di Taman Makam Pahlawan Sampurnaraga, jumlah korban tewas di Rawagede pada tanggal 9 Desember 1947 tersebut 431 jiwa. Diperkirakan korban pembantaian lebih dari 431 jiwa, karena banyak yang hanyut dibawa sungai yang banjir karena hujan deras.

Harm Scholtens, seorang sejarawan Belanda, menemukan fakta lain, dari arsip het Hooggerechtshof (Pengadilan Tinggi) di Batavia. Tentara Belanda pada hari itu melakukan eksekusi sebanyak delapan atau sembilan kali. Dengan cara menjejerkan 12 orang penduduk yang akan dieksekusi.

Di luar desa, tentara Belanda masih menembak mati sekitar tujuh atau sepuluh orang penduduk lagi. Dengan demikian, menurut Harm Scholtens, jumlah korban eksekusi antara 100 hingga 120 jiwa.

Harian Nieuwsgier terbitan tanggal 16 Desember 1947 mengutip pemberitaan harian Berita Indonesia mengenai operasi pembersihan di Rawagede ini. Selama empat hari pelaksanaan operasi, tentara Belanda telah membunuh 312 orang penduduk, dan melukai sekitar 200 orang lainnya.

()
Berita Terkini
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Infografis
Kumpulan Ucapan Minal...
Kumpulan Ucapan Minal Aidin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir Batin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved