Kemenkumham: soal Nunun KPK lebih tahu

Sabtu, 26 November 2011 - 00:05 WIB
Kemenkumham: soal Nunun...
Kemenkumham: soal Nunun KPK lebih tahu
A A A
Sindonews.com - Pemerintah dan aparat penegak hukum terus didesak memberi kepastian mengenai keberadaan buronan kasus suap cek pelawat, Nunun Nurbaetie. Meski sudah dijadikan tersangka, sudah sekian lama istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun tersebut belum juga ada tanda-tanda bisa dibawa ke Indonesia untuk diproses secara hukum.

Wakil Menteri hukum dan HAM (Menkum HAM), Denny Indrayana mengatakan pihaknya sudah mengirim surat ke beberapa negara untuk mengetahui keberadaan Nunun. "Kami dari Kemenkum HAM sudah kirim surat ke sejumlah negara-negara tetangga," ujar Denny ketika mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika, Cipinang, Jakarta, Jumat (25/11/2011).

Labih lanjut dikatakan Denny, mengenai keberadaan Nunun, sebenarnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang lebih tahu. Pihaknya, sudah melakukan langkah-langkah, mulai pencabutan paspor yang bersangkutan. "Keberadaan Nunun, KPK yang tahu," ucapnya.

Lambannya penangkapan terhadap Nunun ini diduga adanya rasa takut pimpinan KPK. Pasalnya, Nunun dilindungi oleh kekuatan besar. Padahal selaku pimpinan KPK, sudah disumpah.

"Ini kan urutannya, Nunun, Miranda Goeltom, Sri Mulyani, Boediono dan nanti SBY juga. Jadi kalau mau benar berantas korupsi, biarpun presiden yang korupsi, itu harus diberantas juga," kata Seniman,

Pong Hardjatmo dalam aksinya di Gedung KPK, Jakarta.Maka itu, dia menyarankan Busyro mundur saja dari ketua KPK. "Kalau orang sudah takut, maka tidak usah jadi pemimpin," serunya.

Dalam aksinya, Pong hanya seorang diri dan membawa spanduk bertuliskan "Tangkap Nunun atau Busyro Mundur". Aksinya tidak berlangsung lama, sekira 5 menit, dan tidak ada pengawalan ketat dari petugas keamanan.

KPK sendiri melalui juru bicaranya, Johan Budi telah mengungkapkan, Nunun dilindungi oleh pengusaha besar di luar negeri. Namun, pihaknya belum bisa menyebutkan siapa pengusaha dimaksud. Hal ini, katanya yang menjadi salah satu faktor kendala dalam memburu Nunun. "Kata Pak Busyro, (yang melindungi-red) pengusaha dari luar negeri," ungkap Johan, di Gedung KPK, Jakarta.

Seperti diberitakan sebelumnya, beredar foto Nunun di salah satu media nasional tengah berbelanja di mal Singapura. Nunun merupakan buronan terkait kasus suap cek pelawat suksesi pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) tahun 2004 silam.

Dalam suksesi tersebut dimenangi oleh Miranda Swaray Goeltom. Bahkan, KPK sudah memanggil Miranda untuk dimintai keterangan.
()
Berita Terkini
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved