Golkar ngebet gandeng adik ipar SBY
Kamis, 24 November 2011 - 07:04 WIB
Golkar ngebet gandeng adik ipar SBY
A
A
A
Sindonews.com- Partai Golkar terus berupaya menjaring sejumlah calon pendamping Aburizal Bakrie dalam menghadapi Pemilu Presiden (Pilpres) 2014. Salah satu upayanya dengan membentuk tim khusus yang bertugas menjaring nama yang akan dijadikan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Aburizal Bakrie.
"Ical (Aburizal Bakrie) secara pribadi mempunyai tim yang memberikan gagasan, pemikiran, orang-orang itu berlatar belakang TNI yang dikoordinir Luhut Panjaitan," ujar Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung, di Universitas Islam Negeri (UIN) Ciputat, Tangerang, Rabu, 23 November 2011.
Selain dari latar belakang militer, tim khusus itu juga ada dari kalangan akademisi. Tim ini nantinya memberikan pemikiran-pemikiran kepada Ical. "Mereka bersama-sama di situ karena punya satu visi untuk membangun Indonesia ke depan," tukasnya.
Salah satu nama dari kalangan militer yang dianggap cocok untuk mendampingi Ical adalah KSAD Pramono Edhie Wibowo. Pasangan ini dinilai ideal sebagai percampuran sipil dan militer, serta Jawa dan non Jawa.
"Edhie kan tokoh militer, muda, orang jawa atas pertimbangan itu dipasangkan Aburizal dengan dia," ucapnya.
Namun demikian, upaya menggandeng Pramono ini masih tergantung hasil perolehan suara Partai Golkar Pemilu 2014 mendatang. Pasalnya, sayarat mengajukan pasangan Capres-Cawapres sendiri minimal memperoleh 20 persen perolehan suara.
"Belum bisa dikatakan pasti, karena pencalonan presiden secara langsung itu kan tergantung dari dukungan suara di pemilu yang akan datang. Kalau tidak (mencapai 20 persen-red) ya harus koalisi, tapi, sebagai wacana maka dipasangkanlah," jelasnya.
Jika, Ical jadi berduet dengan Pramono pada laga Pilpres 2014, bukan mustahil koalisi antara Partai Golkar dan Partai Demokrat terjadi. "Untuk sementara belum ada, tapi sewaktu-waktu bisa, kenapa tidak," terangnya.
Keinginan Partai Golkar menggandeng Pramono sebagai pendamping Ical ini juga diperkuat dengan pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Priyo Budi Santoso. Dia mengaku pihaknya sudah memiliki daftar nama untuk disandingkan bersama Ical dalam Pilres 2014 mendatang.
Ketika dikonfirmasi nama Pramono Edhie Wibowo, dia mengakui sosok Pramono dianggap cukup layak. Lebih jauh disampaikan, adik ipar Presiden SBY tersebut dinilai memiliki reputasi yang baik dimiliter. Apa lagi, yang bersangkutan berpeluang jadi Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI).
"Termasuk figur dari latar belakang militer memang perlu dipertimbangkan. Beredar nama seperti KSAD yang masih iparnya Pak Yudhoyono. Pak Pramono Edhie memang jenderal tentara murni yang tentu punya reputasi bagus," Ungkapnya.
Lanjutnya, daftar sebagai calon pendamping Ical masih dibuka. Baik dari kalangang militer, maupun tokoh nasional lainnya yang dianggap mampu mendongkrak perolehan suara dalam Pemilihan Umum Presiden (Pilres) 2014 mendatang. "kami masih membuka pintu seluasnya. pungkasnya.
"Ical (Aburizal Bakrie) secara pribadi mempunyai tim yang memberikan gagasan, pemikiran, orang-orang itu berlatar belakang TNI yang dikoordinir Luhut Panjaitan," ujar Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung, di Universitas Islam Negeri (UIN) Ciputat, Tangerang, Rabu, 23 November 2011.
Selain dari latar belakang militer, tim khusus itu juga ada dari kalangan akademisi. Tim ini nantinya memberikan pemikiran-pemikiran kepada Ical. "Mereka bersama-sama di situ karena punya satu visi untuk membangun Indonesia ke depan," tukasnya.
Salah satu nama dari kalangan militer yang dianggap cocok untuk mendampingi Ical adalah KSAD Pramono Edhie Wibowo. Pasangan ini dinilai ideal sebagai percampuran sipil dan militer, serta Jawa dan non Jawa.
"Edhie kan tokoh militer, muda, orang jawa atas pertimbangan itu dipasangkan Aburizal dengan dia," ucapnya.
Namun demikian, upaya menggandeng Pramono ini masih tergantung hasil perolehan suara Partai Golkar Pemilu 2014 mendatang. Pasalnya, sayarat mengajukan pasangan Capres-Cawapres sendiri minimal memperoleh 20 persen perolehan suara.
"Belum bisa dikatakan pasti, karena pencalonan presiden secara langsung itu kan tergantung dari dukungan suara di pemilu yang akan datang. Kalau tidak (mencapai 20 persen-red) ya harus koalisi, tapi, sebagai wacana maka dipasangkanlah," jelasnya.
Jika, Ical jadi berduet dengan Pramono pada laga Pilpres 2014, bukan mustahil koalisi antara Partai Golkar dan Partai Demokrat terjadi. "Untuk sementara belum ada, tapi sewaktu-waktu bisa, kenapa tidak," terangnya.
Keinginan Partai Golkar menggandeng Pramono sebagai pendamping Ical ini juga diperkuat dengan pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Priyo Budi Santoso. Dia mengaku pihaknya sudah memiliki daftar nama untuk disandingkan bersama Ical dalam Pilres 2014 mendatang.
Ketika dikonfirmasi nama Pramono Edhie Wibowo, dia mengakui sosok Pramono dianggap cukup layak. Lebih jauh disampaikan, adik ipar Presiden SBY tersebut dinilai memiliki reputasi yang baik dimiliter. Apa lagi, yang bersangkutan berpeluang jadi Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI).
"Termasuk figur dari latar belakang militer memang perlu dipertimbangkan. Beredar nama seperti KSAD yang masih iparnya Pak Yudhoyono. Pak Pramono Edhie memang jenderal tentara murni yang tentu punya reputasi bagus," Ungkapnya.
Lanjutnya, daftar sebagai calon pendamping Ical masih dibuka. Baik dari kalangang militer, maupun tokoh nasional lainnya yang dianggap mampu mendongkrak perolehan suara dalam Pemilihan Umum Presiden (Pilres) 2014 mendatang. "kami masih membuka pintu seluasnya. pungkasnya.
()