Besok demo SBY-Boediono mundur

Kamis, 27 Oktober 2011 - 21:49 WIB
Besok demo SBY-Boediono...
Besok demo SBY-Boediono mundur
A A A
Sindonews.com - Kabar adanya demonstrasi besar-besaran bertepatan peringatan hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober akan terjadi di 11 lokasi. Hanya saja jumlahnya tidak semasif seperti yang digembar-gemborkan selama ini.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar menyampaikan beberapa wilayah titik lokasi demonstrasi, di antaranya, depan gedung DPR, depan gedung KPK, Istana Presiden, gedung Bursa Efek Indonesia.

"Kita siap Amankan. Polda akan dibantu Mabes bila perlu tenaga banyak," ujar Baharudin, Jakarta, Kamis (27/10/2011).

Sebagian besar isu yang diusung adalah terkait rasa tidak puas terhadap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boediono.

Namun para demonstran sebaiknya tidak melanggar ketentuan yang ada. "Yang penting tidak melakukan tindakan anarkis," imbuhnya.

Sementara itu, di tengah isu demo besar-besaran bertepatan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, sejumlah tokoh bangsa juga kembali bersuara lantang mengkritik kepemimpinan Presiden SBY.

Mantan Menteri Ekonomi era Megawati Soekarnoputeri, Rizal Ramli terang-terangan meramalkan SBY tidak akan lama lagi bertahan sebagai Presiden Indonesia. Dia menyarankan SBY mengundurkan diri secara baik-baik akibat kejahatan yang dibuatnya.

Dia juga menuding, kasus dana talangan Bank Century, kasus kriminalisasi mantan Ketua Komisi Pembeantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar dan kasus lainnya ada andil SBY.

"Tapi kalau tidak, maaf SBY akan menjadi presiden pertama yang diadili di tengah masyarakat," ujar Rizal kepada wartawan, Jakarta, menjelang datangnya peringatan hari Sumpah Pemuda.

Pada kesempatan itu dia juga mengigatkan kepada semua pihak, mengenai adanya isu akan adanya demonstrasi besar-besaran pada 20 Oktober berlangsung anarkis. Menurutnya isu tersebut sengaja dihembuskan oleh aparat intelijen guna menggagalkan rencana demonstrasi yang tujuan sebenarnya adalah damai.

"Kepada aparat keamanan, saya minta seperti adanya SMS yang akan terjadi kembali kasus 98 akan ada huru-hara. Ini adalah pekerjaan intel," tukasnya.

Kritikan juga datang dari mantan menteri keuangan era Megawati, fuad Bawazier. Dia berpendapat pernyataan SBY di depan publik mengenai negara ini telah dirampok, sangat tidak tepat. Pernyataan itu menunjukkan, Presiden SBY telah kehilangan orientasi.

"SBY adalah kepala pemerintahan, penegak hukum tertinggi, pemegang anggaran tertinggi, nah korupsi terbesar terjadi di era SBY, tetapi SBY mendahului bilang negara kita dirampok. Ini yang membingungkan," cetusnya.

Kritikan juga datang dari mantan Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat Mayor Jenderal Purnawirawan Saurip Kadi. Dia menilai gaya kepemimpinan SBY menyebabkan kompleksnya persoalan bangsa seperti sekarang ini.

Kompleksnya persoalan yang disebabkan SBY ini menyebabkan banyak tokoh di bangsa ini merasa letih dan berupaya mendobrak keadaan keadaan supaya berubah menjadi lebih baik. Tapi sayangnya gerakan itu masih terpisah belum terintegrasi, sehingga belum menunjukkan hasil.

"Korupsi-korupsi yang terjadi di kementerian tidak sebanding dengan korupsi yang sistemik, yang itu bisa dibuktikan, karena semuanya sudah jelas. Jadi sumber masalah di negeri ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono," ujar Saurip saat peluncuran buku dengan judul -Pilpres Abal-abal Republik Amburadul- di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Lebih jauh, buku yang diluncurkannya ini bertujuan untuk mengingatkan Presiden SBY supaya tidak bernasib seperi mantan pemimpin Libya Muammar Khadafy.

"Dewan Penyelamat Negara (DePaN) sudah memutuskan untuk meluncurkan 3 seri buku. Bagi saya pribadi, ini adalah cara saya mengingatkan teman saya, karena saya tidak tega ada jenderal yang tragis, cukup Khadafi saja. Maka saya dengan segala cara sudah mengingatkan," tutupnya.
()
Berita Terkini
Kisah Haru Anak Kuli...
Kisah Haru Anak Kuli Bangunan Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira TNI di Istana
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Amanat Lengkap Presiden...
Amanat Lengkap Presiden Prabowo di Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2026
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pastikan TNI Siap Dukung Swasembada Beras
PN Jakarta Selatan Tunda...
PN Jakarta Selatan Tunda Sidang Praperadilan Roy Suryo Jilid 3 Pekan Depan
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Jilid 3 Roy Suryo Digelar di PN Jakarta Selatan Hari Ini
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved