Kemenag Siapkan Dua Skenario Ibadah Haji 2020

Rabu, 08 April 2020 - 17:45 WIB
Kemenag Siapkan Dua...
Kemenag Siapkan Dua Skenario Ibadah Haji 2020
A A A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan dua skenario terkait dengan dilanjutkan atau dibatalkannya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Dua skenario sebagai upaya mitigasi itu disampaikan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi dalam rapat kerja Komisi VIII DPR secara virtual, Rabu (8/4/2020).

Skenario pertama, jika ibadah haji diselenggarakan tahun ini, kuota normal. "Skenario ini mengasumsikan haji diselenggarakan dalam situasi risiko krisis relatif kecil," ujar Fachrul Razi.

"Yang ditandai dengan perkembangan situasi berangsur kondusif dengan segala bentuk pelayanan di Arab Saudi relatif berjalan normal," sambungnya.

(Baca juga: Ruang Isolasi Pasien COVID-19 di Asrama Haji Pondok Gede Siap Digunakan)

Dia melanjutkan, skenario disiapkan pada tiap tahapan perjalanan jamaah haji mulai dari menjelang berangkat hingga kembali ke Tanah Air, diupayakan dengan meminimalisir sisa dampak Covid-19 hingga ke titik nol.

Kemudian, jika ibadah haji diselenggarakan tahun ini tetapi kuotanya dibatasi. "Skenario ini mengasumsikan haji tetap diselenggarakan tapi dengan pembatasan kuota akibat situasi di Arab Saudi yang masih berisiko atau jamaah yang berisiko, sekalipun penyelenggaraan haji tetap berjalan," tuturnya.

Dia menambahkan, kuota diperkirakan dikurangi hingga 50% dalam skenario ini dengan pertimbangan ketersediaan ruang yang cukup untuk mengatur social distancing.

Menurutnya, skenario ini memaksa adanya seleksi lebih mendalam terhadap jamaah yang berhak berangkat tahun ini dan petugas yang sudah terpilih.

"Skenario ini menitikberatkan pada prioritas untuk menyesuaikan dengan term and condition yang disepakati Misi Haji Indonesia dan pemerintah Arab Saudi," ungkapnya.

Sedangkan skenario kedua, jika ibadah haji tahun ini ditunda. Dia mengatakan, skenario ini menggunakan asumsi, kondisi Arab Saudi belum memungkinkan untuk penyelenggaraan haji sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

"Pemerintah kerajaan Arab Saudi menutup pintu bagi jamaah haji dari negara mana pun, termasuk dari Indonesia," kata Fachrul Razi.

Dia menuturkan, Kemenag tidak cukup waktu mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji akibat cepatnya perubahan kebijakan pemerintah Arab Saudi, atau Pemerintah Indonesia mengambil keputusan untuk tidak mengirimkan jamaah haji karena alasan keselamatan atau keamanan.

"Skenario disusun dengan berfokus pada dampak yang ditimbulkan dari batalnya penyelenggaraan haji tahun ini. Terutama dampak yang bersifat langsung terhadap internal Kemenag dan pemangku kepentingannya," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Kemenag Rilis Rencana...
Kemenag Rilis Rencana Perjalanan Haji Tahun 1444 H/2023 H
Breaking News: Pemerintah...
Breaking News: Pemerintah Batalkan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2020
Penjelasan Lengkap Menteri...
Penjelasan Lengkap Menteri Agama soal Pembatalan Ibadah Haji 2020
Pelunasan Biaya Haji...
Pelunasan Biaya Haji Tahap II Diperpanjang Hingga 29 Mei 2020
Soal Nasib Pemberangkatan...
Soal Nasib Pemberangkatan Haji di 2021, Ini Tiga Skema Kemenag
Jamaah Bisa Minta Kembali...
Jamaah Bisa Minta Kembali Setoran Pelunasan Biaya Haji
Berita Terkini
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Infografis
Kuota Haji 2026 Indonesia...
Kuota Haji 2026 Indonesia Per Provinsi, Berikut Daftarnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved