Munajat Lawan COVID-19 Diusulkan Ramai-ramai dalam Kesendirian

Senin, 06 April 2020 - 06:40 WIB
Munajat Lawan COVID-19...
Munajat Lawan COVID-19 Diusulkan Ramai-ramai dalam Kesendirian
A A A
JAKARTA - Seruan bermunajat secara nasional diserukan oleh berbagai tokoh di Tanah Air untuk melawan wabah COVID-19. Salah satunya, Cendekiawan Muslim Komaruddin Hidayat. Dia menilai bahwa munajat itu adalah upaya manusia beriman dalam menghadapi beragam tantangan dan munajat sebaiknya dilakukan secara beramai-ramai dalam kesendirian masing-masing agar lebih khusyuk (fokus).

“Ini sebuah tradisi keberagamaan yang sudah mapan di Indonesia dan itu bagus, bahwa umat Islam itu dan umat agama yang lain kalau ada musibah nasional itu tidak hanya mengandalkan sains dan politik tapi juga keagamaan. Secara teologis orang beragama pasti yakin bahwa Tuhan mendengarkan hambanya. Dan semua peristiwa-peristiwa besar itu pasti ada campur tangan Tuhan dan itu keyakinan beragama,” ujar pria yang akrab disapa Prof Komar itu saat dihubungi SINDO Media, Minggu (5/4/2020). (Baca juga: Wabah Corona, Sekjen MUI: Jangan Tuduh Tuhan Tak Mengabulkan Doa Kita )

Dia menjelaskan saat orang beragama datang dan memohon kepada Tuhan. Tuhan pasti akan mendengarkan doanya dan membantu entah dengan jalan apa. Dia pun mengapresiasi pendekatan sains yang dilakukan sekarang ini dan itu tindakan yang betul. Bahkan, ada banyak tenaga kesehatan yang telah berkorban dalam melawan pandemi ini. Tetapi, sains itu ada batasannya.

“Tapi sains sendiri juga ada batasnya dan orang beragama yakin sekali bahwa sakit, kematian itu kalau disikapi dengan iman itu pasti tidak sia-sia, pasti ada hikmah, ada blessing,” jelasnya.

Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga meminta agar keluarga yang ditinggalkan akibat pandemi itu tidak perlu bersedih karena tidak dapat mengurusi dan mengantar jenazah sebagaimana mestinya. Karena, orang beriman percaya bahwa tubuh ini dari tanah akan kembali ke tanah, rohaninya kembali kepada Tuhan.

“Yang berikutnya jangan memandang orang yang beriman meninggal kemudian dikubur tanpa diantar keluarganya itu, secara lahiriah menyedihkan ya. Tetapi sebagai orang beriman tidak begitu penafsirannya, badan itu dari tanah kemudian kembali ke tanah, kalau sakit ya tubuhnya sakit, tapi rohaninya tidak tersentuh bahkan orang beragama yakin bahwa rohaninya mati syahid, mereka membela sesamanya, mereka kembali ke pangkuan ilahi,” paparnya.

Soal mekanisme munajat, Prof Komar menjelaskan bahwa esensi dari munajat itu adalah melakukannya dengan hati yang khusyuk kepada Allah dan hal ini bisa dilakukan secara beramai-ramai ataupun sendiri. Atau bisa juga beramai-ramai dengan waktu yang berbarengan yakni malam hari tetapi, tidak harus di tempat yang sama. Karena, Nabi Muhammad SAW pun lebih menyukai melakukan solat Tarawih sendiri di malam hari agar lebih khusyuk.

“Nah, jadi munajat ini ada dua cara. Dengan cara ramai-ramai berjamaah. Yang kedua ini, ramai-ramai dalam kesendirian dan mungkin lebih khusyuk,” usulnya.

Menurut Prof Komar, yang terpenting dalam munajat adalah kekhusyukan, kadang ada orang yan bisa khusyuk saat berjamaah atau beramai-ramai tapi ada juga yang tidak khusyuk karena misalnya, berdesakan saat berjaamah dan sendiri itu kadang kala lebih khusyuk. Intinya, memohon keselamatan untuk bangsa dan negara ini. (Baca juga: Netizen Mulai Gaduh Sikapi Permenkes PSBB Penanganan Corona )

“Nah situasi yang seperti ini yang ramai-ramai dalam kesendirian, misalnya malam-malam, salat tengah malam, salat Taubat, salat Hajat kepada Allah mohon keselamatan kepada bangsa dan negara,” tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Waspada Mutasi N439K,...
Waspada Mutasi N439K, Varian Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Penelitian Vaksin Virus...
Penelitian Vaksin Virus Corona Makin Menjanjikan
Sempat Dirawat Intensif,...
Sempat Dirawat Intensif, 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia
5 Negara yang Telah...
5 Negara yang Telah Kasih Vaksin Virus Corona kepada Warganya
Berita Terkini
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved