Surat Presiden PKS ke Jokowi: Jangan Dengarkan Orang yang Mau Menjilat

Jum'at, 03 April 2020 - 23:28 WIB
Surat Presiden PKS ke Jokowi: Jangan Dengarkan Orang yang Mau Menjilat
Surat Presiden PKS ke Jokowi: Jangan Dengarkan Orang yang Mau Menjilat
A A A
JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penanganan virus Corona atau Covid-19 di Tanah Air.

Dalam pembukaan suratnya, Sohibul mengatakan bangsa ini harus memiliki pandangan yang sama dalam menangani Corona, yakni keselamatan warga di atas segalanya termasuk kepentingan ekonomi.

Menurut dia, akar masalah dari ekonomi saat ini adalah krisis pandemi Corona. Sedangkan ancaman krisis ekonomi hanya akibat.

"Jika kita ibaratkan, ancaman krisis ekonomi sebagai asap kabut yang menutupi pandangan kita maka solusinya bukan menghilangkan asap kabutnya tetapi memadamkan apinya terlebih dahulu," kata Sohibul dalam suratnya, Jumat (3/4/2020).

Sohibul memahami Presiden saat ini dalam posisi sulit. Apalagi dalam krisis seperti sekarang ini. Oleh karena itu perlu mendengarkan orang yang tepat.

"Kalau Bapak sepakat nyawa warga kita di atas ekonomi kita, maka pihak yang pertama dan utama Bapak dengar adalah pandangan dari para ahli kesehatan masyarakat, para ilmuwan, para ahli epidemiologi, para tenaga medis, para dokter dan perawat yang berjuang pertaruhkan nyawa mereka untuk selamatkan nyawa warga," tuturnya.

Banyak hal disampaikan Sohibul untuk Jokowi terkait penaganan virus Corona. Berikut selengkapnya isi surat Presiden PKS kepada Jokowi:

Yth Bapak Presiden RI Joko Widodo

Di tempat

Pertama-tama, kami berdoa semoga Bapak dan keluarga sehat wal afiat serta diberi petunjuk dan perlindungan oleh Allah Swt memimpin Bangsa Indonesia dalam situasi yang sangat sulit seperti saat ini.

Sebelumnya kami juga ingin menghaturkan sekali lagi rasa bela sungkawa atas wafatnya Ibunda Bapak Presiden. Semoga amal baik almarhumah diterima di sisi Allah Swt. Amin Ya Rabbal Alamin.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1492 seconds (11.210#12.26)