DPR Minta Pemerintah Perbanyak Tempat Isolasi Pekerja Migran

Jum'at, 03 April 2020 - 18:45 WIB
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Perbanyak Tempat Isolasi Pekerja Migran
A A A
JAKARTA - Komisi IX DPR meminta pemerintah memperhatikan dan memenuhi kebutuhan tempat isolasi di berbagai pintu masuk pekerja migran Indonesia (PMI). Karena, PMI masuk lewat beberapa tempat yang tersebar di lima provinsi yakni, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, dan Riau.

Mengingat jarak beberapa provinsi yang jauh dari Pulau Galang, lokasi tersebut hanya bisa menampung PMI dari pintu masuk terdekat yakni, Kepulauan Riau (Kepri) dan juga Riau. "PMI kan udah mulai masuk dari berbagai titik di negeri ini. Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Riau, dan Kepri dan sudah masuk dan mulai berjalan terus. Itu hasil lockdown di Malaysia yang membuat mereka akhirnya pulang di berbagai kabupaten lima provinsi tersebut," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Melkiades Laka Lena saat dihubungi SINDO Media, Jumat (3/4/2020).

"Belum lagi yang akan habis kontrak April-Mei yang diperkirakan 37 ribu untuk yang bekerja di darat, dan 12 ribu lebih untuk ABK (anak buah kapal) yang bekerja di laut. Mereka akan segera balik," tambahnya.

Melki menjelaskan, hasil Rapat Kerja (Raker) Komisi IX dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Menteri Kesehatan (Menkes), Menteri Tenaga Kerja (Menaker) dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sudah disepakati bahwa Menaker dan BP2MI memberikan perhatian kepada PMI yang berasal dari luar negeri maupun mereka yang masih berada di luar negeri. (Baca juga: RS Darurat Corona di Pulau Galang Dilengkapi Tiga Helipad ).

"Jadi kalau di luar negeri masih kerja, Menaker dan BP2MI memberikan perlindungan kepada mereka dengan baik. Dan kalaupun mereka masih di sana bisa terkontrol dan terkomunikasikan dengan baik sehingga, PMI kita tetap aman dari segi kesejahteraan maupun kesehatan," terang Melki.

Kemudian, sambung Melki, bagi yang sudah datang ke Indonesia juga diawasi betul. Bahkan, Komisi IX meminta agar pemerintah memiliki data lengkap seperti nama, alamat, dari mana mereka masuk, untuk kemudian dikarantina selama 14 hari.

"Sehingga kita minta pemerintah memberikan perhatian terhadap kabupaten/kota di perbatasan negara yang menjadi markas PMI saat ini. Mendapat perhatian lah, aspek sosial maupun kesehatan," ucapnya.

Melki menjelaskan, Pulau Galang ada di Kepri, sementara pintu masuk PMI tersebar di beberapa tempat yakni Nunukan, Sampang, Karimun, Sambas, dan pintu lainnya. Sehingga, pihaknya meminta agar pemerintah pusat juga memberikan dukungan pada pemerintah daerah yang daerahnya menjadi transit atau pintu masuk orang dari luar negeri.

"Mesti mendapat perhatian khusus terkait kebutuhan sosial maupun urusan kesehatan. Makanya juga PMI itu sebaiknya mengikuti rapid test agar ketahuan," pintanya.
(zik)
Berita Terkait
Waspada Mutasi N439K,...
Waspada Mutasi N439K, Varian Baru Virus Corona
5 Negara yang Telah...
5 Negara yang Telah Kasih Vaksin Virus Corona kepada Warganya
Sempat Dirawat Intensif,...
Sempat Dirawat Intensif, 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
Muncul Corona Varian...
Muncul Corona Varian Baru, Menkes Optimistis Kekebalan Masyarakat Masih Kuat
Presiden Instruksikan...
Presiden Instruksikan Vaksin Astrazeneca Siap Didistribusikan ke Jawa Timur
Berita Terkini
Prabowo dan Narendra...
Prabowo dan Narendra Modi Resmikan Konservasi Candi Prambanan Pagi Ini
PBNU Tetapkan Ponpes...
PBNU Tetapkan Ponpes Tambakberas Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Bupati Kuansing Minta...
Bupati Kuansing Minta Jatah dari 914 Petani terkait Pengurusan Pelepasan Kawasan Hutan
Prabowo Cerita di Depan...
Prabowo Cerita di Depan Modi, Mengaku Punya DNA India
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Prabowo Minta Dibentuk...
Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Begini Reaksi Mendiktisaintek
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved