LKP2K Apresiasi Kepedulian Erick Thohir terhadap Tenaga Kesehatan

Kamis, 02 April 2020 - 20:08 WIB
LKP2K Apresiasi Kepedulian...
LKP2K Apresiasi Kepedulian Erick Thohir terhadap Tenaga Kesehatan
A A A
JAKARTA - Pandemi virus Corona terus memakan korban dan tidak sedikit petugas kesehatan yang akhirnya gugur melawan virus tersebut. Para tenaga medis adalah garda terdepan dalam melawan Pandemi COVID-19.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian dan Konsultasi Pembangunan Kesehatan (LK2PK) dr Ardiansyah Bahar menyebut, tenaga kesehatan merupakan kelompok yang paling rawan ditulari Corona. Hal itu yang membuat banyak tenaga kesehatan yang positif Corona.

Dia mengapresiasi Kementerian BUMN yang telah melakukan inisiatif dalam rangka penanggulangan penyebaran COVID-19. Terbaru, Bank Mandiri sebagai salah satu BUMN terbesar menyiapkan perlindungan asuransi dengan total pertanggungan hingga Rp1 triliun bagi tenaga kesehatan.

Asuransi ini diberikan melalui perusahaan anak AXA Mandiri Financial Services. Pemberian asuransi secara simbolis telah dilakukan oleh Direktur Utama Bank Mandiri, Royke Tumilaar kepada Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr Daeng M Faqih disaksikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, dan Direktur Kepatuhan AXA Mandiri Rudy Kamdani.

“Penyediaan asuransi bagi tenaga kesehatan adalah salah satu bentuk perlindungan kepada tenaga kesehatan yang berjuang,” kata Ardiansyah Bahar, Kamis (2/4/2020).

Menurut dia, Kementerian BUMN telah memperhatikan nasib para tenaga kesehatan yang sedang berjuang melawan virus Corona di lapangan. Dia berharap langkah ini dapat ditiru oleh instansi lainnya.

“Petugas kesehatan adalah para pahlawan kita yang mempertaruhkan kesehatan dan nyawanya di medan pertempuran pandemi ini. Sepatutnya kita saling bahu membahu untuk memberikan support dalam berbagai bentuk sesuai kemampuan kita. Langkah yang dilakukan Kementerian BUMN tentu patut diapresiasi,” tutur Ardi.

Dia juga mengingatkan pemerintah untuk mendeklarasikan perang total terhadap virus Corona. Langkah-langkah yang harus ditempuh di antaranya pembatasan sosial berskala besar dengan ketegasan oleh pemerintah serta karantina rumah yang dilakukan secara sukarela oleh masyarakat.

“Selain it harus ada penerapan tes masif dan menjamin ketersediaan APD bagi petugas medis hingga transparansi data terkait kasus COVID-19,” ujarnya.
(dam)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
PSBB di Beberapa Daerah,...
PSBB di Beberapa Daerah, Tak Gentarkan Warga Beraktivitas di Luar Rumah
Dampak Corona, Satu...
Dampak Corona, Satu Keluarga di Serang Banten Kelaparan
Berita Terkini
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved