Darurat Corona, Pembatasan Sosial Perlu Diimbangi Kompensasi Negara

Rabu, 01 April 2020 - 10:15 WIB
Darurat Corona, Pembatasan...
Darurat Corona, Pembatasan Sosial Perlu Diimbangi Kompensasi Negara
A A A
JAKARTA - Presiden Jokowi telah meneken Peraturan Pemerintah (PP) dan Keputusan Presiden (Keppres) tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam menangani wabah virus corona di Indonesia. Jokowi berharap, dengan keluarnya PP dan Keppres itu penanganan virus ini berjalan efektif.

Analis sosial politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menduga, manfaat dua peraturan tersebut untuk memperketat lalu lalang orang. (Baca juga: Anggota Fraksi PKB Siap Potong Gaji Bantu Penanganan Corona)

"Selama ini anjuran pemerintah terkait stay at home dan jaga jarak banyak yang tidak ditaati oleh masyarakat. Masyarakat tidak tertib. Masyarakat masih banyak keluar rumah," tutur Ujang saat dihubungi SINDOnews, Rabu (1/4/2020).

Namun demikian, Ujang menilai, kondisi saat ini tak bisa menyalahkan masyarakat yang tetap ngotot ke luar rumah. Karena, jika tak keluar rumah, mereka bingung untuk menghidupi kebutuhan keluarganya.

Di sisi lain lanjut Ujang, masyarakat juga masih beruntung karena pemerintah batal menerapkan darurat sipil. Pemerintah berdalih darurat sipil akan diterapkan dalam kondisi terburuk, sehingga perangkat pemerintah siap untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk itu.

Saat ini menurut Ujang, yang paling penting itu bagaimana masyarakat diminta tidak keluar rumah dan selalu jaga jarak, tapi di saat yang sama juga negara mencukupi kebutuhan dasar mereka di rumah. Ia menyebut jika masyarakat lapar, tak menjamin mereka mau bertahan di rumah.

"Jadi harus ada solusi kompensasi dari negara untuk masyarakat. Kenyangkan perut masyarakat. Niscaya mereka tak akan keluar rumah," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini.
(maf)
Berita Terkait
Anies Didesak Lockdown...
Anies Didesak Lockdown Jakarta, Begini Ketentuan Karantina Wilayah
Zona Merah, 25 RT di...
Zona Merah, 25 RT di Jakarta Barat Mikro Lockdown
Kota Bekasi Berlakukan...
Kota Bekasi Berlakukan Karantina Tingkat RT dan RW
DPR Sebut Karantina...
DPR Sebut Karantina Zona Merah Boleh Asal Dilakukan dengan Tegas
Sikat Kecurangan Karantina...
Sikat Kecurangan Karantina Tanpa Pandang Bulu
Bersiap Karantina Wilayah,...
Bersiap Karantina Wilayah, Bandung Siapkan Ruang Isolasi di 30 Kecamatan
Berita Terkini
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved