APPSI Sesalkan Pemerintah Lambat Larang Ekspor Masker

Sabtu, 21 Maret 2020 - 14:31 WIB
APPSI Sesalkan Pemerintah...
APPSI Sesalkan Pemerintah Lambat Larang Ekspor Masker
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ferry Juliantono menyayangkan kelangkaan masker yang terjadi di pasaran di tengah mewabahnya virus corona atau Covid-19 hingga saat ini.

Menurutnya, pemerintah terlambat untuk menyetop ekspor masker ke berbagai negara sebelum Indonesia mewabah virus korona (Covid-19). "Menurut saya, harusnya pada bulan Januari itu kalau pemerintah sudah memiliki skenario ketika di Wuhan bulan Desember sudah banyak korban," ujar Ferry dalam diskusi Polemik MNC Trijaya Network Edisi Jaga Jarak dengan tajuk 'Covid-19 Ujian Kebersamaan Kita' di Studio Trijaya FM, Jakarta, Sabtu (21/3/2020).

"Sebagai pemerintah harusnya melarang itu ada ekspor dalam jumlah yang hampir ratusan persen, naik dalam jumlah yang sangat besar volume ekspor masker dari Indonesia ke Singapura, Tiongkok, Hongkong, ada semua datanya," tambahnya.

Ferry juga mengatakan penimbunan masker yang terjadi di Pasar Pramuka oleh para pedagang bukan tanpa sebab. Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari maraknya ekspor masker yang tak kunjung dihentikan pemerintah ketika terjadi kelangkaan masker di pasaran.

"Menurut saya ini suatu sebab kemudian kenapa kita menganggap penting kenapa pada saat yang sama pemerintah keras terhadap pedagang yang selama ini membantu masyarakat di Pasar Pramuka itu, mereka punya toko, mereka berhak untuk mengadakan stok," jelasnya.

"Kita sebagai pedagang pasar lakukan apa yang harus dilakukan untuk persediaan stok dan lainnya," sambungnya. (Baca juga: Wabah Corona Meluas, Presiden Disarankan Copot Staf Ahli Tak Mengerti Hal Teknis ).

Dia pun meminta kepada pemerintah untuk mementingkan kebutuhan dalam negeri dan memperingatkan eksportir masker yang melakukan ekspor dalam jumlah besar.

"Kita pengin tahu perusahaan-perusahaan mana saja eksportir-eksportir itu yang melakukan ekspor dalam jumlah sangat besar, saat dianggap pemerintah nggak berbahaya tapi bagi masyarakat penyebaran virus corona sudah sangat berbahaya." (Baca juga: Jokowi: Ekspor Masker dan Alat-alat Kesehatan Lebih Baik Disetop ).
(zik)
Berita Terkait
Waspada Mutasi N439K,...
Waspada Mutasi N439K, Varian Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Penyandang Disabilitas...
Penyandang Disabilitas Membuat Karya Batik Unik Covid-19
Sempat Dirawat Intensif,...
Sempat Dirawat Intensif, 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia
Aksi Band Beranggotakan...
Aksi Band Beranggotakan Polisi, Sosialisasikan COVID-19 dengan Lagu
Berita Terkini
Prabowo Ingatkan Penanganan...
Prabowo Ingatkan Penanganan Sampah Tak Bisa Gunakan Cara-cara Lama
3 Pemimpin Dunia Bertemu...
3 Pemimpin Dunia Bertemu Prabowo dalam Sepekan, Bukti Indonesia Dipercaya Dunia
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Makna Prabowo Minta...
Makna Prabowo Minta Aparatur Introspeksi, Qodari: Tak Ada yang Istimewa di Mata Hukum
Soal Usulan Ambil Alih...
Soal Usulan Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, KPK: Kita Ikuti Dulu Perkembangannya
Inpres Gajah Dinilai...
Inpres Gajah Dinilai Perkuat Perlindungan Habitat, Langkah Menhut Diapresiasi
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved