Masyarakat Diminta Hentikan Perdebatan Politik Terkait Virus Corona

Kamis, 19 Maret 2020 - 07:36 WIB
Masyarakat Diminta Hentikan...
Masyarakat Diminta Hentikan Perdebatan Politik Terkait Virus Corona
A A A
JAKARTA - Virus Corona atau COVID-19 telah mewabah di Indonesia hingga berdampak 227 orang positif virus tersebut. Selain cepatnya penyebaran COVID-19, masifnya informasi di media sosial juga menjadi hal yang patut di waspadai terlebih ketika bersinggungan dengan politik.

Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner, Emrus Sihombing menilai semua pihak untuk menghentikan perdebatan terkait COVID-19 yang selalu dihubungkan dengan politik. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir kepanikan di masyarakat. (Baca juga: Lembaga Australia Kritik Jokowi Habis-habisan dalam Merespons Corona)

"Untuk menyatukan kekuatan kita, stop debat politik yang saling menjatuhkan dan berpotensi memancing kepanikan di tengah masyarakat," ujar Emrus dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/3/2020).

Emrus menilai hingga saat ini pemerintah pusat sudah sangat sungguh-sungguh menangani pencegahan penyebaran dan seluruh dampak virus ini. "Menurut hemat saya, pemerintah pusat sama sekali tidak mempunyai agenda politik terselubung, prakmatis, apalagi transaksional," jelasnya.

Emrus pun juga meminta semua pihak agar bangkit dan mampu bekerja sama dengan pemerintah untuk melumpuhkan penyebaran COVID-19. "Mari kita munculkan semangat "berperang". Singsingkan legan bajumu. Pandang kemanusiaan yang adil. Ingat kemanusiaan yang beradab. Hanya satu kata, "Lawan virus Corona". Kita pasti jadi pemenang. Buktinya, sudah ada yang sembuh. Kita harus optimis," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas terkait penanganan virus Corona. Dia meminta jajarannya untuk mengambil langkah perlindungan dan pencegahan. (Baca juga: Positif Corona di Indonesia 227 Kasus, 19 Meninggal Dunia)

“Dan juga memberikan pengertian kepada seluruh masyarakat, seluruh rakyat di manapun berada agar tidak perlu panik,” ujarnya saat membuka rapat terbatas du Istana Bogor, Selasa (4/2/2020).
(kri)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
PSBB di Beberapa Daerah,...
PSBB di Beberapa Daerah, Tak Gentarkan Warga Beraktivitas di Luar Rumah
Dampak Corona, Satu...
Dampak Corona, Satu Keluarga di Serang Banten Kelaparan
Berita Terkini
Vonis Nadiem Makarim,...
Vonis Nadiem Makarim, Kejaksaan Dinilai Cerdas Bongkar Korupsi Kebijakan Chromebook
Siap Hadapi Sidang Perdana...
Siap Hadapi Sidang Perdana Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Didampingi 25 Advokat
Mantan Wakil Kepala...
Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Tersangka Korupsi MBG
Hari Ini Prabowo Bertemu...
Hari Ini Prabowo Bertemu Presiden Belarus Lukashenko di Istana Merdeka
Selain Kasus Suap Jabatan,...
Selain Kasus Suap Jabatan, KPK Endus Bupati Kuansing Terima Uang Pelepasan HPT
Golkar: Capres-Cawapres...
Golkar: Capres-Cawapres Jangan Terlalu Sedikit dan Jangan juga Terlalu Banyak
Infografis
4 Imbauan BPOM untuk...
4 Imbauan BPOM untuk Masyarakat terkait Penggunaan Obat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved