Lawan Corona, Tim Medis Kekurangan Alat Pelindung Diri dan Alkes

Selasa, 17 Maret 2020 - 16:07 WIB
Lawan Corona, Tim Medis...
Lawan Corona, Tim Medis Kekurangan Alat Pelindung Diri dan Alkes
A A A
JAKARTA - Tim medis saat ini menjadi garda terdepan dalam menghadapi pandemi Corona (COVID-19) di Tanah Air.

Sayangnya, mereka yang setiap hari menghadapi pasien dalam pemantauan (PDP) bahkan pasien positif COVID-19 masih kekurangan alat pelindung diri (APD), lamanya hasil swab tenggorokan dan alat kesehatan (alkes) lainnya seperti ventilator dan isolation chamber negative pressure.

“Intinya tim medis itu butuh kepastian soal hasil swab tenggorokan pasien yang mereka tangani. Selama ini kan waktu menunggunya lama sekali, seharusnya enggak selama ini, menteri saja bisa cepet, ini kok lama.
Kedua, mohon segera diumumkan kalau hasil positif,” tutur dr Fariz Nurwidya dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia kepada SINDOnews di Jakarta, Selasa (17/3/2020).

Fariz menuturkan, tim medis kekurangan sejumlah perlengkapan seperti misalnya, APD, baik itu baju, goggle dan perlengkapan APD lainnya. Sementara, beberapa anggota tim medis sudah menjadi pasien positif Corona.

“Alat pelindung diri kan kurang, baju, goggle semua kurang. Personil kan sudah mulai satu per satu kan positif,” tuturnya

Selain itu, dia melanjutkan, tim medis juga kekurangan alat ventilator mekanik. Karena, banyak pasien yang jatuh ke gagal napas tetapi, ketersediaan alat ventilator mekanik tidak mencukupi. Begitu juga dengan negative pressure yang kurang.

“Penambahan alat ventilator mekanik, banyak orang yang jatuh ke gagal nafas tapi alat ventilator mekaniknya Enggak ada. Bantuan pengadaan negatif pressure, jadi gitu sih yang utama,” ujar Fariz. (Baca juga: Pemerintah Disarankan Ambil Keputusan Lockdown dan Perbanyak Fasilitas Darurat )

Kemudian, kata Fariz, karena kekurangan APD, tidak semua personil tim medis dapat mengenakan APD. Karena, tim medis yang menghadapi pasien Corona ini harus dengan APD yang lengkap, kalau tidak tentu bisa berpotensi tertular dan menjadi pasien positif Corona. Sehingga, tidak mungkin jika tim medis menghadapi pasien tanpa APD.

“Bayangkan kita misalnya, ada dokter mau intubasi, kalau dia pakainya enggak lengkap, alat bantu nafas kan harus intubasi, kalau APD-nya nggak lengkap dokternya berhadapan langsung dengan rongga mulut si pasien yang banyak virusnya itu. Bayangkan kalau tidak terlindungi sama sekali, dilepas gitu saja tenaga kesehatan. Jadi kami ennggak mau seperti dikorbankan,” tegasnya.
(dam)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
PSBB di Beberapa Daerah,...
PSBB di Beberapa Daerah, Tak Gentarkan Warga Beraktivitas di Luar Rumah
Dampak Corona, Satu...
Dampak Corona, Satu Keluarga di Serang Banten Kelaparan
Berita Terkini
Pangdivif 2 Kostrad...
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Pimpin Sertijab Jabatan Strategis, Ini Namanya
Tarian Tradisional Sambut...
Tarian Tradisional Sambut Kedatangan Presiden Jerman Steinmeier di Halim
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Presiden Jerman Steinmeier...
Presiden Jerman Steinmeier Tiba di Indonesia, Berikut Agenda Lengkapnya
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut di Persidangan, Siapa Layak Jadi Penggantinya?
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Infografis
Alasan AS Hindari Perlombaan...
Alasan AS Hindari Perlombaan Senjata Nuklir Lawan Rusia dan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved