Langkah Pemerintah Larang Pendatang dari Italia, Iran, dan Korsel Dinilai Tepat

Jum'at, 06 Maret 2020 - 11:10 WIB
Langkah Pemerintah Larang...
Langkah Pemerintah Larang Pendatang dari Italia, Iran, dan Korsel Dinilai Tepat
A A A
JAKARTA - Kebijakan larangan kedatangan dan transit ke Indonesia dari negara Italia, Iran dan Korea Selatan (Korsel) disambut positif oleh anggota Komisi I DPR RI Willy Aditya. Politikus Partai Nasdem ini menilai kebijakan Pemerintah Indonesia itu sudah tepat.

"Itu menunjukkan pemerintah Indonesia punya langkah-langkah yang jelas dalam menghadapi wabah Covid-19," ujar Willy Aditya kepada SINDOnews, Jumat (6/3/2020).

Dia menambahkan, selama ini banyak kalangan yang mempertanyakan kejelasan penanganan pemerintah atas wabah virus corona itu. "Nah, apa yang dilakukan oleh Kemenlu justru langkah antisipatif yang tepat. Mengapa? Karena tren persebaran Covid-19 itu bergerak ke luar China," ujar legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Timur XI ini.

Jadi, kata Willy, di China sekarang ini sudah konstan persebarannya dan bahkan cenderung menurun. Angkanya bertahan di angka 80 ribuan. Dari angka itu, lanjut dia, lebih dari setengah pasien coronanya sudah dinyatakan sembuh.

"Nah, tiga negara yang disebut oleh Menlu itu memang menjadi negara yang tingkat persebaran virusnya luar biasa tinggi saat ini. Jadi, di China sendiri sekarang sudah menurun, di tiga negara itu justru meningkat, seperti Wuhan pertama kali," ungkapnya. (Baca juga: Isi Inpres yang Jadi Pedoman Pemerintah Hadapi Corona ).

Menurut dia, tingkat persebaran virus corona di Iran, Korea Selatan dan Italia luar biasa tinggi karena kepanikan yang terjadi. "Orang-orang di tiga negara itu saya kira panik dengan peningkatan jumlah orang yang terinfeksi. Seperti halnya yang terjadi di kita saat presiden pertama kali mengumumkan ada dua saudara kita yang positif. Sorenya terjadi rush di banyak supermaket dan apotek. Bahan makanan dan masker ludes," katanya.

Dia menilai, aspek kurangnya informasi dan pengetahuan yang benar menjadi faktor yang menentukan dalam fenomena panic buying masyarakat. "Saya lihat banyak orang yang misunderstanding atas virus ini. Sangat penting bagi kita untuk tetap tenang menghadapi hal semacam ini. Sekali kita panik, itu justru membuat peluang kita terinfeksi semakin besar. Mengapa? Karena ketika panik, imunitas tubuh kita justru menurun," ujarnya.

Dia menjelaskan, senjata utama menghadapi virus apa pun, termasuk Covid-19 ini adalah imunitas tubuh tiap orang. Dia mengatakan, hal itu sudah pernah dan sering disampaikan oleh Menkes Terawan Agus Putranto.

"Saya pribadi cukup apresiatif atas langkah dari Menlu ini. Langkah-langkahnya jelas, tegas, detail dan terukur. Langkah ini saya kira juga akan turut menjaga ketenangan kita semua di sini. Jumlah pasien corona di Korea, Iran, dan Italia ini memang yang tertinggi di luar China dan negara-negara lainnya," ujarnya.

Dia membeberkan, sudah 6.000-an warga Korea Selatan yang terinfeksi virus corona, Italia lebih dari 3.000 warga, dan di Iran sekitar 2.900 orang. "Jadi saya kira langkah dari Menlu ini sudah benar dan tepat," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengumumkan pembatasan perjalanan bagi para pendatang dan pelancong dari Iran, Italia dan Korea Selatan (Korsel). Retno mengatakan, pendatang dan pelancong dari tiga negara itu akan dilarang masuk dan transit di Indonesia. (Baca juga: KPI Keluarkan Surat Edaran Terkait Penyiaran Wabah Virus Corona ).
(zik)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
PSBB di Beberapa Daerah,...
PSBB di Beberapa Daerah, Tak Gentarkan Warga Beraktivitas di Luar Rumah
Dampak Corona, Satu...
Dampak Corona, Satu Keluarga di Serang Banten Kelaparan
Berita Terkini
Forbes NU 26 Sampaikan...
Forbes NU 26 Sampaikan Sembilan Rekomendasi ke PBNU
Indonesia Darurat Korupsi,...
Indonesia Darurat Korupsi, Senator Filep Desak RUU Perampasan Aset Disahkan
4 Kombes Pol Dimutasi...
4 Kombes Pol Dimutasi Jadi Penyidik Kortas Tipidkor pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Mahfud MD Soroti Pengalihan...
Mahfud MD Soroti Pengalihan Penyidikan Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Banyak yang Terkecoh
Febrie Adriansyah Dicegah...
Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Infografis
Pemerintah Bakal Hapus...
Pemerintah Bakal Hapus Pertalite dan Pertamax dari SPBU
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved