Perangi Corona, Indonesia Diminta Perluas Larangan Kunjungan WNA

Rabu, 04 Maret 2020 - 22:09 WIB
Perangi Corona, Indonesia...
Perangi Corona, Indonesia Diminta Perluas Larangan Kunjungan WNA
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia dinilai perlu memperluas pembatasan warga negara asing (WNA) untuk masuk ke Indonesia. Ini menyusul semakin merebaknya virus Corona di luar China.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Charles Honoris mengatakan, pembatasan bisa dimulai dari tiga negara lain dengan penyebaran virus Corona tercepat di luar China, yakni Iran, Korea Selatan khususnya dari wilayah Daegu, dan Italia.

"Pembatasan ini tidak akan mengganggu hubungan RI dengan tiga negara sahabat tersebut karena mereka juga sudah melakukan pembatasan perjalanan serupa. Semua dilakukan semata-mata demi kerjasama global dalam mengatasi merebaknya virus yang telah menewaskan ribuan orang tersebut," kata Wakil Ketua Bada Kerjasama Antarparlemen (BKSAP) ini, Rabu (4/3/2020).

Menurut dia, situasi Iran belakangan ini terlihat semakin tidak kondusif sehingga Pemerintah RI harus memberikan perhatian khusus terkait pembatasan masuk bagi pengunjung yang datang dari Iran.

"Pemerintah sebaiknya menghentikan untuk sementara pemberian visa bagi warga negara Iran dan larangan masuk bagi orang-orang yang baru berpergian ke Iran," tuturnya. (Baca juga: Geger Virus Corona, Indonesia Awasi Khusus WNA Empat Negara Ini )

Charles mengatakan, WNI yang berencana berpergian ke negara-negara dengan sejumlah kasus Corona hendaknya juga menahan diri. "Sebaiknya perjalanan dilakukan setelah penyebaran virus Corona ini bisa terkendali," saran Charles.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia resmi melarang warga negara China masuk Indonesia. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan penerbangan dari China ke Indonesia resmi dilarang untuk sementara waktu.

"Semua pendatang yang tiba dari mainland China dan sudah berada di sana selama 14 hari untuk sementara tidak diizinkan untuk masuk dan melakukan transit di Indonesia," kata Retno, Minggu 2 Februari 2020.
(dam)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
PSBB di Beberapa Daerah,...
PSBB di Beberapa Daerah, Tak Gentarkan Warga Beraktivitas di Luar Rumah
Dampak Corona, Satu...
Dampak Corona, Satu Keluarga di Serang Banten Kelaparan
Berita Terkini
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Soroti Dugaan Suap BEM...
Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
Pakar Hukum Sebut Kasus...
Pakar Hukum Sebut Kasus Roy Suryo Tidak Memenuhi Syarat Deponering
Kapolri Lantik Kakorlantas...
Kapolri Lantik Kakorlantas Baru dan 6 Kapolda, Ini Daftarnya
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved