Jokowi Ingatkan Masyarakat Tidak Perlu Memborong Kebutuhan Sehari-hari
Selasa, 03 Maret 2020 - 16:50 WIB
Jokowi Ingatkan Masyarakat Tidak Perlu Memborong Kebutuhan Sehari-hari
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta dan mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak memborong barang kebutuhan sehari-sehari. Jokowi meminta hal ini merespons aksi masyarakat yang belakangan marak berbelanja dengan jumlah yang besar setelah virus corona masuk ke Indonesia.
"Masyarakat tidak perlu memborong kebutuhan sehari-hari yang justru bikin langka. Karena pembelian besar-besaran tindakan memborong dan menimbun itu sendiri," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/3/2020).
Jokowi memastikan pemerintah menjamin ketersediaan barang-barang kebutuhan dan obat-obatan. Dalam hal ini, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku sudah mengecek ke Bulog dan Asprindo yang menjamin ketersediaan barang-barang tersebut. (Baca juga: Panik Penyebaran Corona, Warga Jakarta Borong Makanan di Supermarket ).
Selain itu, Jokowi juga telah memerintahkan kepada Kapolri untuk menindak tegas para pihak-pihak yang memanfaatkan momentum ini dengan menimbun masker. Ia memastikan akan mendorong kementerian terkait untuk menyuplai ketersediaan masker ke masyarakat.
"Ya nanti Pak Menteri biar cek tapi dari informasi yang saya terima stok yang di dalam negeri kurang lebih 50 juta masker ada, memang pada masker-masker tertentu itu yang barangnya langka," ujarnya.
"Masyarakat tidak perlu memborong kebutuhan sehari-hari yang justru bikin langka. Karena pembelian besar-besaran tindakan memborong dan menimbun itu sendiri," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/3/2020).
Jokowi memastikan pemerintah menjamin ketersediaan barang-barang kebutuhan dan obat-obatan. Dalam hal ini, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku sudah mengecek ke Bulog dan Asprindo yang menjamin ketersediaan barang-barang tersebut. (Baca juga: Panik Penyebaran Corona, Warga Jakarta Borong Makanan di Supermarket ).
Selain itu, Jokowi juga telah memerintahkan kepada Kapolri untuk menindak tegas para pihak-pihak yang memanfaatkan momentum ini dengan menimbun masker. Ia memastikan akan mendorong kementerian terkait untuk menyuplai ketersediaan masker ke masyarakat.
"Ya nanti Pak Menteri biar cek tapi dari informasi yang saya terima stok yang di dalam negeri kurang lebih 50 juta masker ada, memang pada masker-masker tertentu itu yang barangnya langka," ujarnya.
(zik)