BIN Dinilai Perlu Sosok Profesional yang Out of The Box

Sabtu, 29 Februari 2020 - 17:25 WIB
BIN Dinilai Perlu Sosok...
BIN Dinilai Perlu Sosok Profesional yang Out of The Box
A A A
JAKARTA - Suhendra Hadikuntono dan Mayor Jenderal TNI Abdul Hafil Fuddin akan menjadi duet maut pimpinan Badan Intelijen Negara (BIN) yang menjadi harapan rakyat, terutama rakyat Aceh, rakyat Papua dan para pemuda yang sudah menyatakan dukungan moral kepada keduanya, Suhendra Hadikuntono sebagai calon Kepala BIN, Mayjen Abdul Hafil Fuddin sebagai calon Wakil Kepala BIN.

Atas dukungan dari rakyat agar Suhendra dan Abdul Hafil menjadi duet maut pimpinan BIN itu, keduanya diharapkan segera bertemu untuk menyamakan visi, misi dan persepsi bila kelak benar-benar diangkat Presiden Joko Widodo sebagai pimpinan BIN.

Suhendra adalah tokoh intelijen senior yang selama ini banyak mendapat dukungan masyarakat dari Sabang sampai Merauke untuk menjadi Kepala BIN menggantikan Budi Gunawan.

Dukungan tertulis antara lain disampaikan Wali Nanggroe Aceh Tengku Malik Mahmud Al Haythar, Gubernur Jenderal Negara Republik Federal Papua Barat Markus Yenu, dan ratusan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) tingkat nasional.

Adapun Mayjen Abdul Hafil Fuddin adalah dosen Universitas Pertahanan (Unhan) yang pernah menjadi Panglima Daerah Militer (Pangdam) Iskandar Muda, Aceh.

Pria kelahiran Banda Aceh tahun 1962 dan lulusan Akmil tahun 1985 ini, sudah kenyang pengalaman dan malang melintang di berbagai penugasan, baik di dalam maupun luar negeri, termasuk di bidang intelijen.

Perpaduan sosok sipil-militer, Suhendra-Abdul Hafil, ini diyakini akan menjadi duet maut pimpinan BIN yang belum diganti sejak Jokowi dilantik sebagai Ptesiden RI periode pertama, 2014-2019, hingga kini periode kedua, 2019-2024.

Banyak masukan bahwa kondisi BIN saat ini cukup lemah, antara lain ditandai dengan banyaknya kasus kebobolan seperti kurusuhan di Papua dan Papua Barat yang gagal diantisipasi, serta penusukan Wiranto saat menjabat Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan.

Tantangan intelijen di masa depan pun akan lebih kompleks, sehingga BIN perlu sosok profesional dan pendobrak, yang bisa berpikir out of the box, sehingga mampu membuat BIN sebagai jendela, mata dan telinga Presiden sebagai bahan dalam membuat kebijakan dan keputusan.

"Di negara mana pun, yang pertama kali dibaca Presiden setelah bangun tidur adalah data intelijen. Sebab data intelijen itulah yang dijadikan dasar Presiden dalam mengambil keputusan," jelas pengamat sosial politik Rudi S Kamri yang pada 22 Februari lalu bertemu Presiden Jokowi di Bireun, Aceh, di sela acara Kenduri Kebangsaan, di Jakarta, Sabtu (29/2/2020).

"Makanya BIN jangan sampai salah dalam menyajikan data intelijen kepada Presiden. Bila data intelijen salah, maka keputusan dan kebijakan yang diambil Presiden pun akan salah," tambahnya.
(maf)
Berita Terkait
Perangi COVID-19, BIN...
Perangi COVID-19, BIN Semprotkan Disinfektan di Jalanan Ibukota
Uji Kelayakan dan Kepatutan...
Uji Kelayakan dan Kepatutan Kepala BIN
BIN Berbagi Sembako...
BIN Berbagi Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19
Deputi Intelijen Pengamanan...
Deputi Intelijen Pengamanan Aparatur di BIN Memang Sangat Dibutuhkan
BIN Gelar Vaksinasi...
BIN Gelar Vaksinasi Door to Door untuk Pelajar dan Masyarakat Umum di Gowa
Mantan Wakil Kepala...
Mantan Wakil Kepala BIN Curiga Ada Misi Lain di Balik Penguntitan Habib Rizieq
Berita Terkini
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Infografis
Hati-hati! Ini 10 Tanda...
Hati-hati! Ini 10 Tanda Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved