Pakar Kesehatan Sebut Virus Corona Tak Selalu Sebabkan Kematian

Sabtu, 29 Februari 2020 - 12:37 WIB
Pakar Kesehatan Sebut...
Pakar Kesehatan Sebut Virus Corona Tak Selalu Sebabkan Kematian
A A A
JAKARTA - Pakar Kesehatan Hermawan Saputra mengatakan, Virus Corona tidak selalu mengakibatkan kematian. Orang yang terinfeksi virus Corona tidak selalu terlihat sakit.

"Memang ada hal yang sedikit dicurigai, tetapi negatif yah," ujar Hermawan Saputra dalam diskusi Polemik MNC Trijaya Network bertajuk 'Mengukur Efek Korona: Siapkah Kita?' di Hotel Ibis Tamarin, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (29/2/2020).

Dia memberikan contoh, seorang pasien meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Kariadi Semarang negatif virus Corona. Kemudian, dua orang pasien yang sempat diisolasi di Surabaya dan Sidoarjo juga negatif virus Corona.

"Nah artinya apa? Sejauh ini teori tadi memungkinkan, under reporting ini ada, boleh jadi, ini masih praduga. Orang yang terinfeksi malah sampai meninggal dunia, cuman tidak pernah diperiksa atau memang keluarganya tidak merelakan untuk tidak diautopsi atau apa," ungkap Anggota Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia ini.

Sehingga, kata dia, virus Corona itu terkubur bersama jasadnya. "Ini boleh jadi. Jadi, orang yang terinfeksi covid19 ini tidak selamanya lalu meninggal, tidak menunjukkan gejala pada umumnya, bahkan tidak selalu terlihat sakit. Tetapi dia menyimpan," tutur dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia ini.

Dia pun menjelaskan tentang pernyataan yang menyebut tidak selamanya virus Corona mengakibatkan kematian. "Iya, jadi bisa saja kalau daya tahan tubuh kita baik, kemudian kita ini istirahat teratur, olahraga, artinya vitalitas tetap terjaga, itu resiko terjadinya kesakitan di kita apalagi menyebabkan kematian itu tidak akan sampai di situ, bahkan tidak perlu dirawat apapun bisa terjadi," ujar Hermawan. (Baca: Indonesia Jadi Satu-satunya di ASEAN yang Belum Kena Virus Corona).

Hermawan mencontohkan, orang yang terserang flu atau pilek, terkadang masih terlihat bugar. "Tapi ada orang hanya kena virus ringan baru sehari ditularkan langsung tepar, langsung pingsan, nah ini kembali ke pribadi kita, daya tahan tubuh kita, olah raga, makan teratur, itu yg dimaksud, jadi gejalanya bisa saja berbeda untuk setiap orang," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
PSBB di Beberapa Daerah,...
PSBB di Beberapa Daerah, Tak Gentarkan Warga Beraktivitas di Luar Rumah
Dampak Corona, Satu...
Dampak Corona, Satu Keluarga di Serang Banten Kelaparan
Berita Terkini
Pakar: Penanganan Kasus...
Pakar: Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Jadi Ujian Besar bagi Kejagung
Analisis Kritis dan...
Analisis Kritis dan Metodologis Terkait Dugaan Under-Invoicing di Sektor Sawit
Soal Sosok Konglomerat...
Soal Sosok Konglomerat Tan Kian di Kasus Febrie Adriansyah, Polri: Saksi, Bukan Ditahan
Mahfud MD: Pelimpahan...
Mahfud MD: Pelimpahan Penyidikan Kasus Febrie Adriansyah Tidak Ada Dalam KUHAP
Forbes NU 26 Sampaikan...
Forbes NU 26 Sampaikan Sembilan Rekomendasi ke PBNU
Indonesia Darurat Korupsi,...
Indonesia Darurat Korupsi, Senator Filep Desak RUU Perampasan Aset Disahkan
Infografis
Manfaat Belimbing Sayur,...
Manfaat Belimbing Sayur, Tak hanya untuk kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved