Mendagri Instruksikan Budaya Amplop Diberantas

Senin, 24 Februari 2020 - 19:05 WIB
Mendagri Instruksikan...
Mendagri Instruksikan Budaya Amplop Diberantas
A A A
JAKARTA - Persepsi negatif masyarakat terhadap pelayanan publik pemerintahan masih tinggi. “Budaya amplop” merupakan salah satu stigma yang masih tumbuh subur di masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Mendagri Tito Karnavian saat membuka resmi Rakornas Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPDSM) Kemendagri di kantor BPSDM, Jakarta, Senin (24/2/2020). Rakornas dihadiri sekitar 500 kepala BPSDM seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Acara ini juga dihadiri perwakilan dari kementerian dan lembaga lain seperti kepala BKKBN, BPIP, dan Kementerian PAN-RB.

Mendagri mengingatkan bahwa di masyarakat masih ada pemikiran aparat pemerintah lamban, sering tidak disiplin, condong mempersulit ketimbang mempermudah urusan pelayanan ke masyarakat. Ia pun ingin BPSDM terlibat aktif menyelenggarakan diklat yang juga dapat mengubah mental aparatur sipil negara (ASN) di bidang pemerintahan.

“Agar persepsi negatif masyarakat bisa berkurang. Saya ingin diklat harus juga difokuskan ke peningkatan integritas mental aparatur pemerintah sehingga, misalnya, ‘budaya amplop’ yang masih banyak melekat di perilaku aparat benar-benar hilang terkikis, khususnya di sektor pelayanan publik dan urusan perizinan,” kata Tito.

Menurut Mendagri, BPSDM ini memiliki peran penting di dalam meningkatkan kapasitas aparatur negara, baik di Pusat maupun Daerah. Dari Orde Baru hingga sekarang BPSDM menjadi salah satu tulang punggung penting penyelenggara diklat teknis dan kompetensi baik untuk di tingkat pimpinan, administrator dan pejabat struktural pemerintah daerah seluruh Indonesia.

"Karenanya, saya meminta agar BPSDM selalu memutakhirkan kurikulum diklatnya agar sesuai dengan perkembangan dinamis lingkungan fungsi pemerintahan, juga para pengajarnya harus selalu di-upgrade. Diklat-diklat teknis yang “out-of-date” baiknya digantikan dengan jenis diklat kompetensi yang lebih menjawab tuntutan perkembangan masyarakat,” lanjutnya.

Mendagri juga meminta pendidikan dan latihan yang dilaksanakan di BPSDM dapat turut serta mengembangkan integritas aparatur. “Dan yang sangat penting juga, diklat jangan hanya terfokus pada kompetensi teknis. Namun juga mengembangkan aspek integritas aparatur pemerintahan," tutur mantan kapolri ini.

Sejauh ini BPSDM Kemendagri rutin melaksanakan aneka pendidikan dan latihan yang ditujukan untuk peningkatan kompetensi, kepemimpinan aparatur penyelenggara urusan pemerintahan baik di pusat maupun daerah. Termasuk pelatihan peningkatan kapasitas anggota dan pimpinan DPRD provinsi seluruh Indonesia. Tahun lalu, alumni diklat BPSDM sudah mencapai 26.270 orang, terdiri dari pejabat pemerintah pusat, anggota DPRD, dan aparat pemerintah pusat.
(poe)
Berita Terkait
Kemendagri Sebut 140.474...
Kemendagri Sebut 140.474 Jabatan ASN di Pemda Telah Disederhanakan
Genjot Kinerja, Kepala...
Genjot Kinerja, Kepala BSKDN Minta ASN Ciptakan Inovasi
Wujudkan ASN Unggul,...
Wujudkan ASN Unggul, Kemendagri Gelar Rakornas
ASN Tidak Boleh Terpengaruh...
ASN Tidak Boleh Terpengaruh Kepentingan Perorangan dalam Pilkada
Mendagri Tito Tetapkan...
Mendagri Tito Tetapkan Pedoman New Normal bagi ASN Kemendagri dan Pemda
Kemendagri Minta Pemda...
Kemendagri Minta Pemda Punya Budaya Inovatif
Berita Terkini
Langkah Menhut Dinilai...
Langkah Menhut Dinilai Berhasil Pulihkan Kepercayaan Investor Perdagangan Karbon
Kejagung Pelajari Alat...
Kejagung Pelajari Alat Bukti Kasus Febrie Adriansyah dari Polri
MAKI Sebut Pelimpahan...
MAKI Sebut Pelimpahan Penanganan Perkara Febrie Ardiansyah Tabrak KUHAP Baru
Lantik Pengurus Golkar...
Lantik Pengurus Golkar Aceh, Bahlil Instruksikan Konsolidasi dan Tambah Kursi Legislatif
Belum Ditahan, di Mana...
Belum Ditahan, di Mana Febrie Adriansyah usai Jadi Tersangka Korupsi?
ASN Diizinkan Antar...
ASN Diizinkan Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Menteri PANRB: Tak Boleh Mengurangi Kualitas Pelayanan Publik
Infografis
Sebut Wayang Kulit Budaya...
Sebut Wayang Kulit Budaya Malaysia, Adidas Minta Maaf
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved