Kata Psikolog soal Kontroversi Anjuran Nikah si Kaya dan Miskin

Minggu, 23 Februari 2020 - 07:20 WIB
Kata Psikolog soal Kontroversi...
Kata Psikolog soal Kontroversi Anjuran Nikah si Kaya dan Miskin
A A A
JAKARTA - Anjuran Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendi agar orang kaya menikahi orang miskin untuk memutus mata rantai kemiskinan dinilai tidak tepat.

Anjuran yang menuai kontroversi ini dinilai tidak relevan. "Misalnya di Jawa masih ada unsur bibit bobot bebet, di beberapa budaya juga harus menikah sesama suku atau marga tertentu. Secara psikologis, anjuran tersebut tidak relevan," kata psikolog dari Universitas Pancasila, Aully Grashinta kepada SINDOnews, Jumat 21 Februari 2020.

Menurut dia, setiap orang tentu memiliki preferensi sendiri dalam memilih pasangannya. "Selain itu orang juga memiliki value atau nilai yang ditanamkan oleh keluarga dan budaya," kata Aully. (Baca juga: Tekan Kemiskinan, Pemerintah Ajak Orang Kaya Jangan Pilih-pilih Cari Jodoh )

Oleh karena itu, sambung dia, tidak ada hubungan antara anjuran menteri dengan upaya menekan kemiskinan. Kedua hal tersebut dinilai berbeda. "Korelasi dengan upaya mengatasi kemiskinan juga tidak ada," tegasnya.

Jika niatnya pernikahan kaya dan miskin untuk mengatasi kemiskinan, menurut dia, yang harus dipupuk di masyarakat adalah rasa simpati, empati dan kesediaan saling berbagi.

Dengan demikian, sambung dia, jika ditemukan masyarakat yang memang membutuhkan maka kelompok masyarakat yang mampu bisa membantu.

"Seharusnya yang ditanamkan adalah nilai-nilai berbagi dengan sesama, kedermawanan, kepekaan sosial dan sebagainya," katanya.

Hal lain, kata dia perlu adanya upaya pencegahan kemiskinan. Misal dengan memberikan pendidikan yang baik bagi masyarakat agar bisa berdaya saing dan meningkatkan kesejahteraan.

"Fokus juga perlu pada usaha-usaha mengatasi kemiskinan misalnya dengan meningkatkan pendidikan, kompetensi dan keterampilan. Bukan dengan usaha personal seperti menikah dengan orang kaya dan sebagainya," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
DPD RI-Kemenko PMK Bersinergi...
DPD RI-Kemenko PMK Bersinergi Tingkatkan Kualitas Pembangunan Manusia
Pesan Luhut, Seluruh...
Pesan Luhut, Seluruh Elemen Bangsa Harus Mencari Solusi Pandemi Covid-19
Luhut Paparkan Kondisi...
Luhut Paparkan Kondisi Ekonomi dan Iklim Investasi RI di Tengah Pandemi
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Teman Pengusaha Jangan...
Teman Pengusaha Jangan Ragu Hubungi Luhut Kalau Ada Masalah, Pasti Dibantu
Berita Terkini
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Demonstrasi Ketidakpastian...
Demonstrasi Ketidakpastian Hukum dalam Penanganan Perkara dr Tifa dan Roy Suryo pada Polemik Ijazah Joko Widodo
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved