Menko PMK: Keputusan Sulit saat Tentukan Natuna Tempat Observasi Corona

Minggu, 16 Februari 2020 - 10:48 WIB
Menko PMK: Keputusan...
Menko PMK: Keputusan Sulit saat Tentukan Natuna Tempat Observasi Corona
A A A
NATUNA - Menteri Kordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Muhadjir Effendy menceritakan keputusan yang sulit saat akan menentukan Natuna menjadi tempat observasi WNI yang dievakuasi dari China terkait virus Corona.

Banyak pilihan pulau, namun pada rapat koordinasi Sekretariat Negara (Sekneg), akhirnya diputuskan Natuna yang dipilih. Pada akhirnya, keputusan itu tepat. Observasi selama 14 hari berjalan lancar dan seluruh WNI sudah dipulangkan ke daerah masing-masing. (Baca juga: Kepala BNPB: Natuna yang Ramah, Menyelamatkan Bangsa)

“Karena pada waktu itu eskalasi yang terus meningkat virus Corona di China, sehingga Indonesia memutuskan harus cepat mengevakuasi WNI dari Huebei,” ujarnya pada malam syukuran dan apresiasi tim kemanusiaan pelepasan WNI dari Wuhan dengan masyarakat Natuna, di Gedung Sri Srindit, Jalan Yos Sudarso, Batu Hitam, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Sabtu (15/2/2020) malam.

Menurut Menko PMK, jika ingin menjadi masyarakat tangguh, maka kesulitan yang harus dihadapi juga harus tinggi. “Setiap kesulitan pasti akan ada kemudahan atau kebaikan. Masyarakat Natuna sangat welcome dan baik Hati. Atas nama pemerintah saya ucapkan terima kasih” ucap Effendy yang mengajak shalawatan warga Natuna di akhir pidatonya. (Baca juga: Bupati Natuna Bersyukur Observasi WNI Terkait Virus Corona Berjalan Baik)

Ke depan, lanjut Muhadjir, pemerintah akan membantu mengangkat peran perekonomian masyarakat Natuna. Memang belum dibicarakan dengan detail apa yang akan ditetapkan. Namun, kebijakan jangka panjang, seperti memperpanjang landas pacu penerbangan, mempertebal aspal agar pesawat berbadan lebar atau kargo dapat mendarat dengan mudah serta meningkatkan kelasnya menjadi bandara internasional.

“Dengan begitu, kita dapat mengekspor ikan segar atau ikan hidup dengan cepat ke pasar internasional menggunakan pesawat cargo,” tandasnya. (Baca juga: Pascaobservasi di Natuna, Menkes Persilakan WNI Langsung Berbaur)
(thm)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
PSBB di Beberapa Daerah,...
PSBB di Beberapa Daerah, Tak Gentarkan Warga Beraktivitas di Luar Rumah
Dampak Corona, Satu...
Dampak Corona, Satu Keluarga di Serang Banten Kelaparan
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved