Soal Terowongan Istiqlal-Katedral, Tengku Zulkarnain: Cuma Selemparan Batu

Minggu, 09 Februari 2020 - 13:16 WIB
Soal Terowongan Istiqlal-Katedral,...
Soal Terowongan Istiqlal-Katedral, Tengku Zulkarnain: Cuma Selemparan Batu
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui usulan pembangunan terowongan bawah tanah yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, Jakarta.

Jokowi menyebut fasilitas tersebut dengan istilah terowongan silaturahmi. Hal itu diungkapkannya saat meninjau renovasi Masjid Istiqlal Jumat, 7 Februari lalu.

Rencana pembangunan terowongan Istiqlal-Katedral menjadi perbincangan di media sosial Twitter. Salah satunya dari Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain.

Dia mengkritik rencana pembangunan tersebut, termasuk sikap DPR yang menyetujui pembangunan terowongan.

Tengku mempertanyakan manfaat dari rencana tersebut. Sebab lokasi Istiqlal dan Katedral sangat dekat.

"DPR dukung pembangunan Trowongan Istiqlal-Katedral...Apa gunanya? Jaraknya cuma sepelemparan batu. Jalan kaki di permukaan tanah saja tidak dilarang jika mau. Dibangun puluhan miliar rupiah, buat apa ada banyak yang perlu dibangun untuk dongkrak ekonomi," kata pria yang biasa disapa Ustaz Tengku ini melalui akun Twitternya, @ustadtengkuzul, Sabtu 8 Februari 2020. (Baca juga: Jokowi Setujui Usulan Pembangunan Terowongan Istiqlal-Katedral )

Dia pun membandingkan apa yang dilakukan Presiden pertama Indonesia, Soekarno dengan sikap Jokowi yang menyetujui usulan pembangunan terowongan tersebut.

"Dulu Bung Karno mencoba membuat gerakan conecting antara nasionalis dengan agamais dan komunis. Beliau beri nama Nasakom. Ternyata gagal. PKI berkhianat...Kini Pak Jokowi mau mencoba conecting rumah ibadah Katolik dgn rumah ibadah Islam. Biar apa...? Ibadah itu masing-masing..." kata Tengku me-mention akun Twitter Jokowi.

Sebelumnya saat meninjau Masjid Istiqlal, Jokowi mengaku mendengar usulan agar dibangun terowongan bawah tanah yang akan menghubungkan dua rumah ibadah itu.

"Tadi ada Sudah saya setujui sekalian sehingga ini menjadi sebuah terowongan silaturahmi," tuturnya.

Kedua bangunan tersebut saat ini dipisahkan dengan jalan raya. Di masing-masing hari keagamaan, kedua pihak biasa saling menyediakan lahan parkir kendaraan yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan keagamaan baik di Masjid Istiqlal maupun Gereja Katedral.
(dam)
Berita Terkait
Jejak Buddha Nusantara,...
Jejak Buddha Nusantara, Komitmen MNSBDI untuk Kerukunan dan Budaya
Kemenag Siapkan Regulasi...
Kemenag Siapkan Regulasi Khusus Rumah Doa untuk Perkuat Kerukunan
PKUB Kemenag Inisiasi...
PKUB Kemenag Inisiasi Festival Kerukunan di Desa, Warga: Luar Biasa
Ratusan Orang Muda Lintas...
Ratusan Orang Muda Lintas Agama dan Kepercayaan Rawat Toleransi
Revitalisasi Paradigma...
Revitalisasi Paradigma Trilogi Kerukunan untuk Kebutuhan Umat Saat ini
Menjaga Kerukunan Umat...
Menjaga Kerukunan Umat Beragama: Menuju Indonesia Emas Tahun 2024
Berita Terkini
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Namanya Dicatut BEM...
Namanya Dicatut BEM Bersatu, FISIP Unas Tegaskan Tak Punya BEM Fakultas
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Foksi: Sungguh Menggelikan
Kontras Desak Polisi...
Kontras Desak Polisi Periksa Mantan Kabais dan 2 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Infografis
Raja YordaniaTolak Gagasan...
Raja YordaniaTolak Gagasan Trump soal Pencaplokan Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved