Pemerintah Alokasikan Rp1 M untuk Makan WNI dari Wuhan

Jum'at, 07 Februari 2020 - 18:00 WIB
Pemerintah Alokasikan...
Pemerintah Alokasikan Rp1 M untuk Makan WNI dari Wuhan
A A A
JAKARTA - Pemerintah memastikan 243 warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China yang tengah diobservasi, terjamin segala kebutuhannya dalam hal ini baik dari sisi semuanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani mengatakan, indeks makanan setiap orang yang ada di Natuna sebesar Rp100 ribu.

(Baca juga: Simak, Begini Cara Pencegahan Virus Corona Menurut ACT)

Sementara itu, selain 243 WNI dari Wuhan, juga terdapat 112 tim pendamping. Sehingga diperkirakan alokasi anggaran untuk makanan sampai 14 hari ke depan mencapai Rp1 miliar.

"Kalau kita bicara indeks, per makan mereka dapat Rp100 ribu. Kalau tiga kali makan Rp300 ribu. Saya sampaikan sekadar ingin menggambarkan kalau saudara-saudara kita di sana terjamin kesehatan maupun kesejahteraannya," katanya di KSP, Jumat (7/2/2020).

Dia mengatakan, untuk memantau kondisi WNI dari Wuhan tersebut ada tim pendamping yang siap setiap saat. Di mana pendamping yang terdiri dari 112 orang tersebut terdiri dari berbagai profesi.

"112 orang membantu terlibat dan memberikan pelayanan kesehatan psikologi. Jadi ada satgas kesehatan, dokter, psikolog, TNI dan lain-lain. Semua bersatu padu bagaimana melalui peristiwa ini secara bersama-sama. Saya melihat sendiri langsung di Natuna model kebsersamaan. Kita menghadapi persoalan bersama, virus corona bersama-sama," paparnya.

Lebih lanjut Jaleswari mengatakan, WNI yang diobservasi memiliki kegiatan yang terjadwal. Mulai dari olahraga pagi maupun sore sampai dengan berkaraoke bersama.

"Di hanggar, selain kegiatannya olahraga, di antaranya kawan kawan secara berkala diperiksa kesehatannya. Ada ahli jantung, dokter yang terkait dengan kesehatan yang mencek mereka pagi siang sore dan dilaporkan ke Menkes secara berkala," tuturnya.
(maf)
Berita Terkait
Usut Asal-usul Virus...
Usut Asal-usul Virus Corona, Tim Penyelidik WHO Tiba di Wuhan
Es Krim Buatan China...
Es Krim Buatan China Mengandung Virus Corona
Lagi, AS Tuding China...
Lagi, AS Tuding China Ciptakan Virus Corona
Misteri Virus Corona,...
Misteri Virus Corona, Diriset China Didanai AS
Menyoal Keterbukaan...
Menyoal Keterbukaan China
Gara-Gara Pandemi Virus...
Gara-Gara Pandemi Virus Corona, Mereka Saling Berselisih
Berita Terkini
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Infografis
Untuk Lawan Rusia, AS...
Untuk Lawan Rusia, AS Kirim 90 Rudal Patriot dari Israel ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved