Pengamat Ingatkan Soal 'Operasi' Gagalkan Pansus Jiwasraya

Kamis, 06 Februari 2020 - 08:08 WIB
Pengamat Ingatkan Soal...
Pengamat Ingatkan Soal 'Operasi' Gagalkan Pansus Jiwasraya
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin mengatakan, peluang pansus PT Jiwasraya masih tetap ada dan terbuka, meski hanya diusulkan oleh dua fraksi yakni Partai Demokrat dan PKS.

"Namun sepertinya ada operasi untuk menggagalkan terbentuknya Pansus Jiwasraya," kata Ujang saat dihubungi SINDOnews, Kamis (6/2/2020).

Ujang menganggap, jika Pansus Jiwasraya terbentuk dan anggota DPR menggunakan hak angket, maka kasus mega korupsi itu akan terbuka dan akan menyeret banyak pihak, termasuk pihak yang ada di eksekutif maupun legislatif.

Dalam hal ini, anggota DPR sedang memainkan drama kolosal Panjanya. Mereka sepertinya akan bermain di Panja. Karena jika di Panja, persoalan bisa dilokalisir, bisa ditutup, dan tak akan menyentuh pada koruptor kelas kakap, singa, atau pun dinosaurus.

"Fraksi-fraksi lain jelas menghindari Pansus. Karena sedang ada pihak-pihak yang harus diamankan," ujar dia.

Lebih lanjut Ujang mengatakan, pembentukan Pansus menjadi sebuah keniscayaan untuk membongkar secara transparan korupsi yang telanjang di depan mata yang terjadi di Jiwasraya.

Menurutnya, jika Pansus tak terbentuk, maka pupuslah harapan rakyat untuk mendapatkan pembelaan dari para anggota DPR. Karena anggota DPRnya diam.

"Anggota DPR nya sedang memihak yang punya kuasa. Dan anggota DPR nya tak punya keberanian untuk mengusut secara tuntas kasus mega korupsi di Jiwasraya," papar dia.

Di sisi lain, jika persoalan Jiwasraya tak tuntas dan hanya bisa menangkap koruptor kelas kecil, maka dikhawatirkan kepercayaan publik terhadap DPR dan pemerintah makin dalam.

Rakyat tak akan lagi percaya pada pemerintah dan DPR. Selain itu, pastinya masyarakat internadional juga tak akan percaya lagi ke Indonesia. Karena kita tahu, nasabah Jiwasraya banyak dari pihak luar negeri.

"Sadarlah wahai anggota DPR dan pemerintah. Jika dulu zaman SBY. Century yang dugaan korupsinya 7,4 triliun dibuat Pansus dan hak angket. Masa iya korupsi di Jiwasraya yang dugaan korupsinya hingga 13,7 triliun hanya dibentuk Panja. Sungguh aneh tapi nyata republik ini. Dunia seperti terbalik," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Diduga Lakukan Penipuan,...
Diduga Lakukan Penipuan, Pasutri Ini Dijebloskan ke Tahanan Polda Metro
Gelapkan Rp1,7 Miliar,...
Gelapkan Rp1,7 Miliar, Aipda DS Dilaporkan di Propam Polda Sumsel
Duh! Teganya Teman Akrab...
Duh! Teganya Teman Akrab Menipu hingga Rp1 Miliar di Surabaya
Mangkir Dua Kali, Penyidik...
Mangkir Dua Kali, Penyidik PMJ Diminta Jemput Paksa Tersangka Penggelapan Rp12,9 Miliar
Ditipu Rp1,5 M, Pria...
Ditipu Rp1,5 M, Pria Asal Surabaya Langsung Polisikan Direktur 2 Perusahaan
Gelapkan 915 Galon Air...
Gelapkan 915 Galon Air Minum, Pria di Muara Enim Ditangkap Polisi
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved