Rapat dengan Menkominfo, DPR Pertanyakan Proyek Satelit Satria

Rabu, 05 Februari 2020 - 18:27 WIB
Rapat dengan Menkominfo,...
Rapat dengan Menkominfo, DPR Pertanyakan Proyek Satelit Satria
A A A
JAKARTA - Komisi I DPR telah melakukan rapat kerja dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate. Dalam rapat itu, sumber dana yang akan digunakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam membangun Satelit Satria dipertanyakan oleh Anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menilai anggaran untuk satelit tersebut tidak jelas. "Pertama, ketidakjelasan itu. Berapa sih harga satelit itu dan juga berapa harga ground segment-nya. Sama sekali tidak dijelaskan oleh Pak Menteri berapa anggaran yang dibutuhkan," ujar Tamliha dalam rapat kerja dengan Kemkominfo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Dia mengaku Kemenkominfo pernah membahas soal anggaran yang digunakan untuk membangun satelit tersebut, yakni sebesar Rp81 triliun. Akan tetapi, dia mengaku tidak mengetahui lebih lanjut evaluasi atas rencana anggaran tersebut.

Tamliha menilai negara akan terbebani jika nilai proyek Satelit Satria mencapai puluhan triliun. Dirinya memperkirakan pemerintah hanya mampu menanggung anggaran untuk proyek sebesar Rp3,1 triliun.

"Kalau mengandalkan dari APBN hanya bayar Rp3,1 triliun kita sangat mendukung, tapi kalau soal anggaran yang begitu besar ini menjadi problem. Anggaran menjadi problem di setiap lembaga dan kementerian," papar Legislator asal daerah pemilihan Kalimantan Selatan I ini.

Di samping itu, dia mengingatkan bahwa Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kemenkominfo jauh lebih rendah dari nilai proyek Satelit Satria. Dia pun ragu Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan memenuhi permintaan Kemenkominfo jika mengandalkan APBN.

Sebab, dia menyebut Kemenkeu tidak pernah hadir untuk membahas proyek tersebut. "Kalau tidak ada jaminan dari Menteri Keuangan dari mana kita bisa membayar proyek Satria ini,” jelasnya.

Sementara itu, Pengamat Telekomunikasi Heru Sutadi menyarankan sebaikanya proyek Satria dibatalkan ketimbang menjadi beban keuangan negara. "Kita sudah ada pelajaran pahit dari pengadaan satelit komunikasi pertahanan nasional yang gagal total di periode pertama Presiden Jokowi. Baiknya batalkan saja Satria,” pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Kominfo Berharap Legislasi...
Kominfo Berharap Legislasi DPR Mendukung Transformasi Digital
Deretan Pengurus Pusat...
Deretan Pengurus Pusat ISKI Periode 2021-2024
Internet Hambat Belajar...
Internet Hambat Belajar Daring di Daerah 3T, DPR Protes Kominfo Dapat WTP
Penampakan Kejagung...
Penampakan Kejagung Geledah Kantor Kominfo Terkait Korupsi BTS
Netizen Apresiasi BAKTI...
Netizen Apresiasi BAKTI Buat Indonesia Terkoneksi
JaWAra Jadi Jurus Jitu...
JaWAra Jadi Jurus Jitu Dorong Generasi Muda Berantas Hoaks
Berita Terkini
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Soroti Dugaan Suap BEM...
Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
Pakar Hukum Sebut Kasus...
Pakar Hukum Sebut Kasus Roy Suryo Tidak Memenuhi Syarat Deponering
Kapolri Lantik Kakorlantas...
Kapolri Lantik Kakorlantas Baru dan 6 Kapolda, Ini Daftarnya
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved