Teka-teki Kasus Masiku, DPR dan Menkumham Diminta Segera Rapat

Senin, 03 Februari 2020 - 16:49 WIB
Teka-teki Kasus Masiku,...
Teka-teki Kasus Masiku, DPR dan Menkumham Diminta Segera Rapat
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Taufik Basari mengaku, kurang mengetahui alasan batalnya rapat kerja Komisi III DPR dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly hari ini. Rapat tersebut diketahui dijadwal ulang menjadi Senin 24 Februari 2020 mendatang.

"Saya kurang tahu alasannya apa, tapi seharusnya hari ini kita rapat dengan Menkumham, tapi ternyata agendanya berubah," ujar Taufik Basari di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/2/2020).

(Baca juga: Sempat Endus Harun Masiku Berada di PTIK, Tim KPK Kehilangan Jejak)

Politikus Partai Nasdem ini berharap, agar rapat kerja Komisi III DPR dengan Menkumham Yasonna Laoly bisa dilaksanakan secepatnya. "Karena banyak isu-isu yang harus kita bahas," katanya.

Salah satunya kata dia, mengenai keputusan Yasonna Laoly yang mencopot Ronny Franky Sompie dari jabatan Direktur Jenderal Imigrasi. "Dan hal-hal yang terkait Harun (Masiku-red),"imbuhnya.

Dia berpendapat, masalah dicopotnya Ronny Franky Sompie dari jabatan Direktur Jenderal Imigrasi dan kesimpangsiuran informasi kepulangan Harun Masiku, sangat penting. Karena, lanjut dia, tugas Komisi III DPR untuk melakukan pengawasan.

"Kedua, terkait dengan peristiwa yang terjadi ini, justru alasan dari Menkumham ini adalah alasan yang memberikan dampak fatal," paparnya.

Sekadar diketahui, Yasonna Laoly juga mencopot Alif Suaidi dari jabatan Direktur Sistem dan Teknologi Informasi (Dirsistik) Keimigrasian. Ronny Sompie dan Alif Suaidi dianggap bertanggung jawab atas masalah kesimpulan kepulangan Harun Masiku, tersangka kasus dugaan suap Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR.

"Dengan ia meyakini peristiwa ini terjadi karena kesalahan sistem IT, itu menunjukkan bahwa Kemenkumham tidak bisa menjalankan tugasnya untuk menjaga keamanan negeri ini," imbuhnya.

Menurut dia, menjadi sangat berbahaya jika sistem IT di Imigrasi tidak berjalan, karena tidak bisa mengetahui siapa orang yang masuk dan keluar negeri.

"Bisa saja teroris masuk, bisa saja orang-orang yang DPO dari luar negeri masuk ke Indonesia. Atau sebaliknya. Itu fatal, justru alasannya fatal. Nah, tapi alasan yang digunakan Menkumham itu bukan semata-mata hanya menjadi tanggung jawab Dirjen Imigrasi," ungkapnya.

Dia mengatakan, menjaga pintu gerbang negeri ini adalah tugas seorang Menkumham. "Bukan tugas Dirjen semata-mata. Itu yang harus kita kritik," bebernya.

Adapun Eks Calon Legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Harun Masiku telah masuk daftar pencarian orang (DPO). Selain Harun Masiku, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan sejumlah orang sebagai tersangka kasus suap PAW itu.

Mereka adalah Eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, Eks Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Agustiani Tio Fridelina dan pihak swasta Saeful.
(maf)
Berita Terkait
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
Dukung OTT, DPR Juga...
Dukung OTT, DPR Juga Minta KPK Kedepankan Pengawasan dan Pencegahan
Wamenaker Terjaring...
Wamenaker Terjaring OTT, Istana: Presiden Menghormati Proses Hukum di KPK
OTT di Jakarta dan Semarang,...
OTT di Jakarta dan Semarang, KPK Amankan Pejabat Perkeretaapian
Wamenaker Terjaring...
Wamenaker Terjaring OTT, Guru Besar Hukum Pidana UI: Tak Ada Kepentingan Politik
Breaking News: KPK Gelar...
Breaking News: KPK Gelar OTT Jakarta dan Bekasi, Pejabat Negara Ditangkap
Berita Terkini
Yusril Ingatkan Kejagung...
Yusril Ingatkan Kejagung Profesional dan Transparan Tangani Kasus Febrie Adriansyah
BPOM Bongkar Peredaran...
BPOM Bongkar Peredaran 2,1 Juta Kosmetik Ilegal Senilai Rp35,8 Miliar
Bertemu Panglima TNI,...
Bertemu Panglima TNI, Kapolri Ungkap Ada yang Ingin Pecah Belah Sinergitas TNI-Polri
Peradi Profesional Dorong...
Peradi Profesional Dorong RUU HPI Lebih Adaptif Hadapi Hubungan Hukum Lintas Negara
Anggap Kapolri Sahabat,...
Anggap Kapolri Sahabat, Jaksa Agung: Jangan Berpikir Kami Ini Rival
Momen Salam Komando...
Momen Salam Komando Jaksa Agung dan Kapolri
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved