Soal Lokasi Karantina WNI, DPR: Yang Penting Sesuai Standar dan Prosedur

Jum'at, 31 Januari 2020 - 19:07 WIB
Soal Lokasi Karantina...
Soal Lokasi Karantina WNI, DPR: Yang Penting Sesuai Standar dan Prosedur
A A A
JAKARTA - Pemerintah berencana memulangkan warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Provinsi Hubei, China yang saat ini menjadi pusat utama penyebaran virus corona. Setibanya di Tanah Air, para WNI ini akan dikarantina terlebih dahulu sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing.

Muncul wacana karantina akan dilakukan di Asrama Haji Kertajati, Majalengka, Jawa Barat dan Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta. Anggota Komisi IX DPR RI Anwar Hafid mengatakan, hal yang harus ditekankan dalam proses karantina adalah harus sesuai dengan standar medis.

"Di mana pun itu, kalau menurut dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara teknis di situ layak dilakukan karantina dan sesuai, saya kira tidak masalah, yang penting memenuhi standar dan prosedur," ujarnya, Jumat (31/1/2020).

Anwar mengatakan, DPR dalam hal ini Komisi IX yang menjadi mitra kerja Kemenkes, mengapresiasi langkah sigap pemerintah yang sudah bersedia menjemput dan mengevakuasi sedikitnya 243 WNI di Wuhan, China. (Baca juga: Evakuasi WNI dari Wuhan, Jokowi: Antrean Kita Sudah di Depan ).

"Kedua, kita berharap bahwa pemerintah dalam hal ini Kemenkes harus memberikan perlindungan yang sebesar-besarnya dan memastikan bahwa saudara-saudara kita yang dievakuasi ini insya Allah tidak menimbulkan masalah baru (di Tanah Air). Tentu ini adalah kewenangan penuh (Kemenkes) secara teknis standar kesehatan harus benar-benar selektif dan dilakukan semaksimal mungkin," tutur politikus Partai Demokrat ini.

Menurut Anwar, Komisi IX DPR menjadikan isu virus corona ini sebagai perhatian serius. "Sekarang langkah pemerintah sudah luar biasa, tentu kita mendukung sepenuhnya. Kedua, kami juga melakukan pengawasan terhadap langkah-langkah yang dilakukan pemerintah," katanya.

Di sisi lain, pihaknya berharap meski menjadi perhatian serius, namun jangan sampai persoalan isu virus corona ini dianggap seperti seolah-olah dunia mau kiamat.

"Jangan sampai karena isu corona ini menjadikan kita takut untuk keluar, misalnya. Hal yang paling penting bagi kita, mari menjaga pola hidup sehat, itu yang paling jutama. Jadi jangan masyarakat terlalu ketakutan, tapi mari membiasakan pola hidup sehat. Contohnya sering cuci tangan ketika dari luar atau mau makan. Pola hidup sehat itulah yang penting untuk menangkal virus ini," pungkasnya.
(zik)
Berita Terkait
803 Warga Indonesia...
803 Warga Indonesia di Luar Negeri Sembuh dari Infeksi Virus Corona
Kemlu Konfirmasi 536...
Kemlu Konfirmasi 536 WNI di Luar Negeri Positif Covid-19
Sebanyak 773 Orang WNI...
Sebanyak 773 Orang WNI di Luar Negeri Terinfeksi Virus Corona
Pandemi Corona, KBRI...
Pandemi Corona, KBRI Canberra Bagi-bagi Sembako untuk WNI di Australia
Pasien Sembuh Melonjak,...
Pasien Sembuh Melonjak, Total WNI Positif Corona di Luar Negeri 703 Orang
Muhammadiyah Minta Jamaah...
Muhammadiyah Minta Jamaah Tablig yang Tertahan di India Diperhatikan
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved