Harun Masiku Masih Buron, Ray Berharap Menko Polhukam Turun Tangan

Jum'at, 24 Januari 2020 - 10:12 WIB
Harun Masiku Masih Buron,...
Harun Masiku Masih Buron, Ray Berharap Menko Polhukam Turun Tangan
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menilai, publik merasa pesimistis dengan pengembangan kasus dugaan suap yang menjerat Anggota KPU Wahyu Setiawan dan Caleg asal PDIP Perjuangan (PDIP) Harun Masiku akan tuntas.

"Faktanya ada keterangan pers yang berbeda antara fakta dan isi konpers tentang tersangka HM apakah berada di luar negeri atau sudah di Indonesia pascaditetapkan sebagai tersangka dalam OTT Komisioner KPU," ujar Ray kepada SINDOnews, Jumat (24/1/2020).

Ray menyebutkan, setidaknya tiga institusi diduga telah menyebarkan keterangan yang tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya. Ketiga institusi itu adalah KPK, Menkumham, Imigrasi. Menurutnya, mengingat ketiga lembaga itu berada di bawah presiden, perlu dilihat sikap presiden atas isu yang cukup sensitif di tengah masyarakat saat ini.

"Apakah beliau lagi-lagi akan membiarkan penyampaian informasi kurang akurat ini atau memerintahkan dilakukannya penyelidikan soal apa dan siapa yang tidak transparan dalam penyampaian berita tersebut," kata Ray.

"Sulit mempercayai bahwa situasi ini semata karena alasan teknis. Di sinilah perlunya sikap presiden untuk memerintahkan dilakukannya audit teknis tentang adanya kerusakan yang dimaksud," imbuh dia.

Kata Ray, dalam situasi seperti ini, pihaknya juga berharap kepada Menko Polhukam Mahfud MD agar bisa menunjukkan sikap tegasnya yang senantiasa berpihak pada pemberantasan korupsi seperti selama ini ditunjukkan sebelum masuk anggota kabinet.

Terlebih, Kemenkumham dan dengan sendirinya Imigrasi berada di bawah koordinasi Menko Polhukam. Tentu tidak berlebihan jika kepiawaian Mahfud diperlihatkan dalam upaya mendorong agar pemerintah melakukan audit atas kemacetan teknis imigrasi yang mengakibatkan adanya informasi disampaikan yang tidak sesuai fakta.

Lebih dari itu, Ray mendorong polisi agar segera dan secepatnya berkoordinasi dengan KPK untuk menangkap HM yang sudah dinyatakan buron oleh KPK. Menurut dia, koordinasi Menko Polhukam, KPK, dan Polisi akan dapat mempermudah penangkapan HM yang sedang buron.

Bagi Ray, sulit mempercayai HM tidak bisa dilacak atau bahkan ditangkap oleh aparat penegak hukum kita dalam waktu yang sesegera mungkin. Apalagi sudah dapat dipastikan bahwa HM telah berada di Indonesia bahkan sebelum OTT dilakukan.

"Melihat kemampuan aparat penegak hukum kita selama ini, saya meyakini mungkin hanya hitungan hari yang bersangkutan sudah dapat dibekuk oleh aparat penegak hukum. Di sini Menko Polhukam ditantang kepiawaiannya," ucapnya. (Baca juga: Polisi Terus Memburu Politikus PDIP Harun Masiku, Buronan KPK ).

Lebih lanjut Ray mengingatkan bahwa sudah menjadi fakta informasi yang menyebut HM berada di Singapura sebelum dan setelah OTT dilakukan adalah tidak benar. Maka sudah sepatutnya Dewan Pengawas KPK memanggil komisioner KPK yang menyampaikan informasi bahwa HM berada di luar negeri.

Dewas, kata Ray, juga semestinya mencari informasi yang pasti tentang telah dikirimkannya surat penyitaan dan penggeledahan terhadap salah satu kantor partai yang hingga saat ini tidak jelas dilaksanakan, padahal telah dibuat heboh di awalnya.

"Jika memang Dewas belum menerima surat izin yang dimaksud tentunya dewas dapat menggunakan hak mereka untuk meminta keterangan dari komisioner yang bersangkutan," tutur dia. (Baca juga: KPK Yakin Bisa Segera Tangkap Harun Masiku ).
(zik)
Berita Terkait
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
OTT Hanya Dua Kali dalam...
OTT Hanya Dua Kali dalam 6 Bulan, KPK: Penjahatnya Lebih Pintar
Breaking News: KPK Gelar...
Breaking News: KPK Gelar OTT Jakarta dan Bekasi, Pejabat Negara Ditangkap
OTT di Jakarta dan Semarang,...
OTT di Jakarta dan Semarang, KPK Amankan Pejabat Perkeretaapian
Hanya Tangkap 5 Orang,...
Hanya Tangkap 5 Orang, KPK Akui Tak Banyak OTT Sepanjang Semester I 2022
Usai Terjaring OTT KPK,...
Usai Terjaring OTT KPK, Bupati Meranti Segera Diterbangkan ke Jakarta
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
7 Gejala Awal Penyakit...
7 Gejala Awal Penyakit Ginjal yang Terlihat di Kaki dan Tangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved