Studi Kelayakan PLTN Kalimantan Barat Dilaksanakan Tahun Ini

Rabu, 22 Januari 2020 - 18:09 WIB
Studi Kelayakan PLTN...
Studi Kelayakan PLTN Kalimantan Barat Dilaksanakan Tahun Ini
A A A
JAKARTA - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) akan melakukan studi kelayakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di daerah Kalimantan Barat.

Menurut Kepala Batan, Anhar Riza Antariksawan, studi kelayakan dilakukan pada tahun ini. .

“Untuk setiap proyek apa pun selalu dimulai dengan pra-proyek. Studi kelayakan dari pra-proyek di mana pun pasti dilakukan, demikian juga dengan PLTN harus membuat studi kelayakan,” tuturnya.

Dia melanjutkan, bedanya studi kelayakan untuk PLTN sedikit berbeda dengan proyek-proyek lain. “Kalau kita sudah punya potensial tapak, nanti kita lihat apakah tapak potensial itu memenuhi kriteria-kriteria untuk dibangun PLTN. Kalau memenuhi kira-kira bisa menampung daya berapa megawatt, dan sebagainya. Itu yang akan dilakukan di dalam fase pra-proyek itu,” tuturnya.

Menurut dia, setelah pra-proyek adalah hal yang sama dengan proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang lain, tapi PLTN lebih menekankan pada tapak proyek.

BATAN juga akan melakukan studi pemilihan teknologinya. "Kalau sudah tahu tapak maka dilanjutkan dengan pencarian teknologi yang paling siap dan cocok untuk diadopsi dalam pembangunan tersebut,

Setelah itu, lannut dia, ke arah penyiapan sumber daya manusianya. “Sesuai dengan penugasan kami, studi kelayakannya akan dilakukan untuk daerah Kalimantan Barat. Sekali lagi, ini bukan Batan yang memilih itu tetapi ini tentu diskusi yang panjang antara pihak Menristek Dikti saat itu dengan pemda Kalbar,” katanya.

Studi kelayakan akan berlangsung selama dua hingga tiga tahun. Salah satunya dalam memilih tapak proyek.

Meskipun secara umum Kalimantan itu relatif aman dari ancaman bencana, kata dia, tidak bisa melaksanakan proyek secara sembarangan.

"Memang harus melakukan studi. Pihaknya juga harus sosialisasi ke masyarakat karena sesuai perintah gubernur maka harus ada juga pendekatan ke masyarakat," tuturnya.

Dalam melaksanakan study kelayakan, Batan tidak sendirian. Pertama, kerja sama dengan pemprov dan pemkab lokasi studi.

Karena, sambung dia, yang tahu persis daerah itu adalah pemprov. Kemudian juga dengan PT Indonesia Power. Batan sudah melakukan kerja sama dengan mereka.

“Akhir tahun yang lalu saya berkesempatan menandatangani MoU dengan PT Indonesia Power untuk melakukan studi di sana. Mungkin nanti kami akan melibatkan beberapa universitas,” tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Kapan RI Mencicipi Energi...
Kapan RI Mencicipi Energi Nuklir? Ini Jawabannya
Menilik Potensi Tenaga...
Menilik Potensi Tenaga Nuklir RI, PLTN Bisa Beroperasi hingga 80 Tahun
Mahalnya Pembangunan...
Mahalnya Pembangunan Reaktor Nuklir, Ini Perkiraan Biayanya
Pentagon Diam-diam Kembangkan...
Pentagon Diam-diam Kembangkan Reaktor Nuklir Portabel Mini
Arab Saudi Dorong Penggunaan...
Arab Saudi Dorong Penggunaan Energi Nuklir Secara Damai
Badan Nuklir UEA Izinkan...
Badan Nuklir UEA Izinkan Operasional Unit Kedua PLTN Barakah
Berita Terkini
Alasan KPK Kembalikan...
Alasan KPK Kembalikan Mobil Noel Ebenezer
Bos Blueray John Field...
Bos Blueray John Field Yakin Uang Suap Tersalurkan ke Dirjen Bea Cukai, Uangnya Tidak Pernah Kembali
Dasco Sebut RUU Perampasan...
Dasco Sebut RUU Perampasan Aset dan RUU Ketenagakerjaan Tetap Dibahas pada Masa Reses
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
KPK Panggil Bupati Penajam...
KPK Panggil Bupati Penajam Paser Utara terkait Kasus Gratifikasi di Kukar
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan Kejagung, Pimpinan DPR Singgung Asas Kesetaraan
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved