Tuntut Pemerintah Sikap Tegas Soal Natuna, PKS: Jangan Ditutupi Eufemisme

Senin, 20 Januari 2020 - 20:12 WIB
Tuntut Pemerintah Sikap...
Tuntut Pemerintah Sikap Tegas Soal Natuna, PKS: Jangan Ditutupi Eufemisme
A A A
JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mohamad Sohibul Iman mengatakan tuntutan rakyat terhadap pemerintah untuk tegas soal Natuna bukan dimaksudkan mengajak perang. Terlebih, bersikap tegas equal dengan ngajak perang itu dianggap penafsiran yang kekanak-kanakan.

"Sebetulnya yang diinginkan rakyat Indonesia termasuk juga oleh PKS jangan kemudian ditafsirkan terlalu jauh seolah tuntutan pemerintah untuk tegas itu ngajak perang. Dalam kamusnya bersikap tegas equal dengan ngajak perang itu penafsiran yang childish," ujar Sohibul Iman dalam diskusi Bertajuk Sengketa Natuna dan Kebijakan Kelautan di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jalan TB Simatupang Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020).

Dia mengatakan, bahwa tegas tidak berarti harus berperang, namun tegas yang dimaksud adalah pemerintah diminta untuk mengambil sikap serta respons yang proporsional. "Ketika itu sebuah pelanggaran katakan itu sebuah pelanggaran. Tidak usah dibungkus dengan eufemisme dia adalah kawan. Ini yang kita tuntut, kita harapkan," tandasnya. (Baca juga: Tak Hanya China, Prabowo Akui Sejumlah Negara Langgar Batas Wilayah )

Karena eufemisme, kata dia, akan memunculkan persepsi dari bangsa lain betapa kita ini sangat lemah dan didominasi oleh bangsa-bangsa lain. Dia menyampaikan PKS berpegang pada adagium 'Seribu kawan tidak cukup satu lawan kebanyakan', namun pemerintah tetap harus punya sikap terhadap kawan yang melakukan pelanggaran itu.

"Masalahnya ketika di antara seribu kawan ini ada satu kawan yang melakukan pelanggaran terhadap tata krama pergaulan internasional, tentu kita harus punya sikap terhadap pelanggaran yang dilakukan," tegasnya.
(kri)
Berita Terkait
Pengurus Baru Terbentuk,...
Pengurus Baru Terbentuk, PKS Siap Sowan ke Presiden Prabowo
China Usik Laut Natuna...
China Usik Laut Natuna Utara Indonesia, Ujian Pertama bagi Prabowo
Almuzzammil Yusuf Sebut...
Almuzzammil Yusuf Sebut PKS Prioritaskan Bertemu Presiden Prabowo
Prabowo Kaget, Ternyata...
Prabowo Kaget, Ternyata Korupsi di Indonesia Sangat Parah
PKS Gelontorkan Bantuan...
PKS Gelontorkan Bantuan untuk Warga Jateng
Mars dan Hymne Baru...
Mars dan Hymne Baru PKS Bergema di Markas Gerindra, Begini Respons Prabowo
Berita Terkini
Syuriyah NU se-Lampung...
Syuriyah NU se-Lampung Minta Calon Ketum PBNU Tak Rangkap Jabatan
Kejagung Perintahkan...
Kejagung Perintahkan Kepala Kejati Hentikan Pengumpulan Data Program MBG
Pertemuan Kapolri, Panglima...
Pertemuan Kapolri, Panglima TNI, dan Jaksa Agung Tegaskan Aparat Tetap Solid
Bacakan Duplik, Polda...
Bacakan Duplik, Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tetap Minta Praperadilan Roy Suryo Ditolak
KPK Diminta Supervisi...
KPK Diminta Supervisi Kasus Dugaan Korupsi Mantan Jampidsus demi Integritas Penegakan Hukum
Terima Bantuan Ambulans...
Terima Bantuan Ambulans dari Korpri, Tito: Sangat Berarti bagi Masyarakat Terdampak Bencana Sumatera
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved