Putri Sulung Wapres Ma’ruf Amin Raih Gelar Doktor dari Unkris

Sabtu, 18 Januari 2020 - 19:02 WIB
Putri Sulung Wapres...
Putri Sulung Wapres Ma’ruf Amin Raih Gelar Doktor dari Unkris
A A A
JAKARTA - Putri pertama Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin, Siti Ma’rifah meraih gelar doktor dari Universitas Krisnadwipayana (Unkris).

Siti meraih gelar doktor setelah menjalani sidang terbuka yang digelar di Hotel Sari Pacific Jakarta, Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/1/2020) siang.

Tidak hanya lulus program doktor ke-16 Unkris, Siti juga berhasil mendapatkan yudisium sangat memuaskan atas disertasinya berjudul Penguatan Kewenangan MPR dalam Rangka Memperkuat Check and Balances Sistem Ketatanegaraan UUD 1945.

Sidang dipimpin Rektor Unkris Dr Abdul Rivai SE, MSi dengan Promotor Dewan Penguji Prof Dr Bintan R Saragih SH dan Co-Promotor Dr Philips A Kana SH, MH.

Sementara Tim Penguji terdiri atas lima orang di antaranya Prof Dr Mahfud MD, Prof Dr Satya Arinanto, Prof Dr T Gayus Lumbuun, Prof Dr Erna Widjajati dan Dr Firman Wijaya.

Setelah memaparkan disertasinya sekitar 20 menit, para anggota Tim Penguji secara bergantian menyampaikan sanggahannya. Dari lima anggota Tim Penguji itu, pertanyaan Prof Dr Mahfud MD yang sempat menjadi perhatian penonton sidang.

Mahfud bertanya mengenai perkembangan demokrasi di Indonesia di mata masyarakat. Sekelompok masyarakat menilai sistem demokrasi di Indonesia berjalan baik, kata dia, namun tak sedikit demokrasi di tanah air melebihi kewajaran atau kebablasan.

“Saya minta buat dua contoh yang baik dan dua contoh yang jelek dari perkembangan demokrasi yang sekarang,” kata Mahfud yang saat ini menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan.

Mendengar pertanyaan itu, Siti menjawab sistem demokrasi tidak dapat dinilai dengan baik dan buruknya dari masa ke masa.

Dari paparannya, dia setuju konstitusi dilaksanakan berdasarkan kesepakatan yang disesuaikan dengan zamannya.

“Bisa jadi MPR di masa Presiden Soekarno dan Soeharto itu baik saat masa itu, tapi kalau diterapkan pada masa ini tidak sesuai karena kondisi pergerakan tata negara kita yang mengalami perubahan,” papar Siti.

“Jadi soal baik dan buruk ini, tidak bisa menilai konsitusi tata negara, tapi yang dinilai adalah bagaimana implemetasinya apakah itu menjadi kesepakatan sesuai dengan zamannya,” lanjutnya.

Setelah disodorkan berbagai pertanyaan, sidang kemudian diskors sekitar 15 menit dengan alasan para penguji akan berdiskusi untuk menentukan kelulusan Siti.

“Kami memutuskan mengangkat Saudari menjadi Doktor dalam Ilmu Hukum dengan yudisium sangat memuaskan,” kata Promotor Dewan Penguji, Prof Dr Bintan R Saragih.

Wapres Ma’ruf Amin menyaksikan saat putrinya mendapat kalung kehormatan sebagai tanda disertasinya lulus. (Baca juga: T anggapi Munculnya Kerajaan Baru, Wapres: Banyak Orang Sakit )
(dam)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
16 Lembaga Layanan Pendidikan...
16 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Daftar dan Kontaknya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Berita Terkini
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
Penampakan 2 Tersangka...
Penampakan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji Kenakan Rompi Oranye KPK
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved