DKPP Ingin Hadirkan Wahyu Setiawan dalam Sidang Etik

Selasa, 14 Januari 2020 - 20:37 WIB
DKPP Ingin Hadirkan...
DKPP Ingin Hadirkan Wahyu Setiawan dalam Sidang Etik
A A A
JAKARTA - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) akan tetap melanjutkan proses pemeriksaan kasus dugaan pelanggaran kode etik anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan yang saat ini sudah berstatus tersangka.

DKPP juga tengah berupaya meminta izin kepada Pimpinan KPK untuk bisa menghadirkan Wahyu dalam sidang kode etik tersebut di Ruang Sidang DKPP, lantai 5 Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu 15 Januari 2020 pukul 14.00 WIB.

“Kemarin DKPP sudah memutuskan saudara WS (Wahyu Setiawan-red) itu memenuhi syarat untuk dilakukan pemeriksaan kode etik. Kami sudah putuskan serta sudah memanggil pihak-pihak terkait, insya Allah besok pukul 14.00 akan kita lakukan pemeriksaan etik kepada saudara WS,” tutur Pelaksana Tugas Ketua DKPP, Muhammad di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (14/1/2020). (Baca juga: Rapat di DPR, Johan Budi Soroti Wajah Lesu Pimpinan KPU )

Muhammad menjelaskan, dalam Peraturan DKPP menyebut para pihak terkait, baik itu pengadu maupun teradu wajib dihadirkan. Misalnya pengadu akan didalami apa yang menjadi pokok aduan dan mereka yakni KPU dan Bawaslu. Kemudian teradu, yakni Wahyu. Serta para saksi, kalau memang ada saksi, dan pihak terkait.

“DKPP bekerja bekerja atas peraturan DKPP, akan menghadirkan para pihak, salah satunya adalah teradu (WS),” katanya.

Mengenai hal itu, Muhammad mengaku pihaknya sudah menyampaikan kepada KPK untuk menghadirkan Wahyu dalam sidang kode etik DKPP. Dan beberapa waktu lalu, Sekretaris DKPP menyampaikan pesan dari Ketua KPK bahwa KPK akan memberikan konfirmasi pada hari ini apakah kemudian DKPP diperkenankan untuk membawa Wahyu ke DKPP, atau seperti apa nanti teknisnya. Dan lagi proses sidang sampai putusan tidak akan memakan waktu lama.

“Enggak lama (sidang sampai putusan-red) biasanya kalau sidang spt ini apalagi dalam penanganan proses KPK, kita berharap sidangnya sidang cepat,” ucapnya.

Adapun sanksinya, mantan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ini menjelaskan bahwa sanksi untuk pelanggaran etik berat bida diberhentikan secara tidak hormat. Meskipun Wahyu sudah mengundurkan diri, tetapi belum ada Surat Keputusan (SK) dari Presiden sebagai bukti pengesahan secara administrasi.

“Pengunduran diri adalah haknya saudara WS secara administrasi kepada presiden. Tetapi WS sepanjang belum diberhentikan dalam sebuah surat keputusan, itu masih sebagai komisioner, sebagai anggota KPU,” paparnya.

Menurut dia, ada tiga alasan pergantian antarwaktu. Pertama, karena meninggal dunia. Kedua, tidak memenuhi syarat. Ketiga, diberhentikan dengan tidak hormat. Salah satu alasan diberhentikan dengan tidak hormat itu karena melanggar sumpah atau kode etik.

"Di situ DKPP akan menilai pelanggaran sumpah atau kode etik," katanya.
(dam)
Berita Terkait
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
OTT Hanya Dua Kali dalam...
OTT Hanya Dua Kali dalam 6 Bulan, KPK: Penjahatnya Lebih Pintar
Breaking News: KPK Gelar...
Breaking News: KPK Gelar OTT Jakarta dan Bekasi, Pejabat Negara Ditangkap
OTT di Jakarta dan Semarang,...
OTT di Jakarta dan Semarang, KPK Amankan Pejabat Perkeretaapian
Hanya Tangkap 5 Orang,...
Hanya Tangkap 5 Orang, KPK Akui Tak Banyak OTT Sepanjang Semester I 2022
Usai Terjaring OTT KPK,...
Usai Terjaring OTT KPK, Bupati Meranti Segera Diterbangkan ke Jakarta
Berita Terkini
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved