Jalani Peran BKPM, Dubes Indonesia Harus Pahami Soal Investasi

Kamis, 09 Januari 2020 - 22:32 WIB
Jalani Peran BKPM, Dubes...
Jalani Peran BKPM, Dubes Indonesia Harus Pahami Soal Investasi
A A A
JAKARTA - Perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada seluruh Duta Besar (Dubes) RI untuk menjembatani investor dari luar negeri dinilai tepat. Pasalnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tidak memiliki kantor perwakilan di seluruh negara. Hanya saja, para Dubes RI harus memahami betul soal investasi.

“Yang pertama, tidak semua negara penempatan itu punya perwakilan BKPM. Contohnya, di Eropa itu digabung satu ke London. Artinya, ada keterbatasan BKPM di luar negeri untuk koordinasikan investasi yang masuk ke Indonesia. Apalagi negara-negara yang non-tradisional seperti Afrika, Timur Tengah, ada Rusia juga. Kemudian ada Asia Selatan, dari India juga,” kata Ekonom dari Institute for Development and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira, Kamis (9/1/2020).

Menurut Bhima, dengan dasar keterbatasan BKPM di luar negeri maka yang mengambil alih peran BKPM ini adalah para dubes. Namun, yang paling penting adalah para dubes ini dibekali informasi terkait intelijen pasar. Misalnya, investor mau investasi di sektor pertanian, informasi itu harus disediakan oleh para dubes, baik prospeknya, pertumbuhannya sampai dengan risiko-risiko berinvestasi di Indonesia.

Kedua, para dubes juga harus memahami prosedur investasi. Misalnya, harus dibekali dengan training terkait OSS (one single submission) atau perizinan investasi satu pintu sehingga, proses pendaftaran investasi bisa lebih cepat. “Yang berikutnya lebih berkaitan dengan kesiapan pengusaha yang akan menjadi partner kerja sama si investor asing. Jadi, harus ada forum-forum antara investor asing dengan pengusaha domestik yang membutuhkan modal, itu fasilitatornya bisa para dubes,” paparnya.

Terlebih, banyak keberhasilan sejumlah Dubes RI dalam mendatangkan investasi. Khususnya dari negara-negara tradisional seperti Singapura dan Malaysia. Karena memang, peran dubes menjadi penting di negara-negara tradisional sehingga ada beberapa proyek dari Singapura yang masuk melalui fasilitasi diplomatik ekonomi.

“Dulu zamannya Quraish Shihab pernah jadi dubes di Mesir, beberapa bisa membawa investor Mesir di Indonesia, terutama di sektor pariwisata, perhotelan dan pertambangan. Intinya, para dubes harus paham proses investasi tadi,” tandasnya.
(cip)
Berita Terkait
DPR Restui Buka Hubungan...
DPR Restui Buka Hubungan Diplomatik Indonesia dengan Sudan Selatan
Kemenlu Beri Tanggapan...
Kemenlu Beri Tanggapan Terkait Insiden Kekerasan Terhadap Diplomat Nigeria
Indonesia Punya Peran...
Indonesia Punya Peran Penting dalam Diplomasi Internasional
Menlu Tegaskan Indonesia...
Menlu Tegaskan Indonesia Tak Akan Jalin Hubungan Diplomatik dengan Israel
Dianggap Ikut Campur,...
Dianggap Ikut Campur, Somalia Putus Hubungan Diplomatik dengan Kenya
Kisah di Balik Monumen...
Kisah di Balik Monumen Soekarno Rancangan Ridwan Kamil di Aljazair
Berita Terkini
Jabat Wakil Kepala BGN,...
Jabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Oditur Militer Sampaikan...
Oditur Militer Sampaikan 12 Poin Replik Terkait Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved