Tak Ada Nelayan RI, Dinilai Jadi Penyebab China Masuk Natuna

Kamis, 09 Januari 2020 - 16:10 WIB
Tak Ada Nelayan RI,...
Tak Ada Nelayan RI, Dinilai Jadi Penyebab China Masuk Natuna
A A A
JAKARTA - Konflik masih memanas di perairan zona ekonomi eksklusif (ZEE) di Natuna, Kepulauan Riau. Kapal nelayan dan coast guard China masuk wilayah Indonesia sudah membuat panas Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Itu akibat perairan di ZEE Natuna kosong," kata Pengamat Transportasi Darat dan Laut Bambang Haryo Soekartono, Kamis (9/1/2020).

(Baca juga: Melawan saat Ditangkap, Tiga ABK Kapal Asing Ditembak di Natuna)

Bambang mengatakan, perairan ZEE Indonesia minim aktifitas kapal tangkap nelayan Indonesia. Pemerintah melarang aktifitas kapal nelayan ukuran 150 GT yang dianggap menimbulkan kerusakan lingkungan.

"Kebijakan tersebut membuat perairan ZEE, Natuna kosong sehingga kapal China dengan leluasa masuk," kata mantan anggota DPR ini.

Kementerian Kelautan dan Perikanan zaman Menteri Susi Pudjiastuti, sambung Bambang menerbitkan Peraturan Dirjen Tangkap melalui SE No D1234/DJPT/PI470D4/31/12/2015 tentang Pembatasan Ukuran GT Kapal Perikanan pada Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP)/SIPI/SIKPI.

Peraturan ini membatasi aktifitas kapal nelayan tanah air. Akibatnya ribuan kapal nelayan dengan GT diatas 150 GT tidak boleh beroperasi. Kapal-kapal bertonasi besar ini mangkrak di Muara Baru, Muara Angke, Indramayu, Pekalongan, Pati, dan Banyuwangi.

"Kapal-kapal kecil tidak mampu mencapai perairan ZEE. Tidak mampu menghadapi gelombang yang besar. Kemudian, efisiensi daya angkut hasil ikan yang tidak visible dari sisi teknis dan ekonomis dibandingkan biaya operasional," ujarnya.

Sehubungan itu, Bambang meminta pencabutan aturan yang membelenggu aktifitas nelayan lokal. Menurutnya, aktifitas nelayan ini membantu pemerintah mempertahankan kedaultan negara di ZEE Natuna.

"Mereka juga bisa turut serta mengamankan dan menjaga laut kita dari kapal-kapal China atau asing," tuturnya.

Lebih lanjut, Bambang pun mengkritik larangan penggunaan alat tangkap ikan cantrang, pukat, dan troli kecil (jaring aktif). Para nelayan akhirnya beralih menggunakan gilnet (jaring pasif).

"Penggunaan gilnet mengganggu jalur pelayaran dunia seperti Laut Natuna. Sebaran jaring mencakup radius 10 kilometer. Ini dapat mengganggu dan membahayakan kapal-kapal di jalur internasional," paparnya.

Dia mencontohkan, nelayan dari negara Vietnam, Tiongkok dan lain-lain masih menggunakan pukat karena adanya larangan penggunaan Gillnet di alur pelayaran internasional.

Bambang mendukung Menteri KKP Edhy Prabowo mencabut regulasi menyulitkan industri perikanan Indonesia.

"Utamanya bagi masyarakat nelayan kecil demi mendapatkan keuntungan ekonomi yang sebesar-besarnya bertujuan untuk kemakmuran rakyat Indonesia secara keseluruhan," tegasnya.
(maf)
Berita Terkait
Gelombang Tenang Menyimpan...
Gelombang Tenang Menyimpan Ancaman: Konflik Laut China Selatan dan Kedaulatan Indonesia
Pakar: Manuver China...
Pakar: Manuver China di Laut Natuna Utara Harus Disikapi Tegas
Tak Takut Diancam China,...
Tak Takut Diancam China, Filipina Minta Para Nelayan Terus Berlayar di Zona Sengketa
Negara yang Pernah Mengklaim...
Negara yang Pernah Mengklaim Laut Natuna Sebagai Wilayahnya, Siapa Saja?
Pernyataan JAKI Sebagai...
Pernyataan JAKI Sebagai Majelis Rakyat Global untuk Mewujudkan Resolusi Konflik Laut China Selatan
Apakah Indonesia Berbatasan...
Apakah Indonesia Berbatasan dengan Laut China Selatan? Ini Jawabannya
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved