Kapal China Terobos Natuna, LBH Perindo Dukung Ketegasan Jokowi

Selasa, 07 Januari 2020 - 17:52 WIB
Kapal China Terobos...
Kapal China Terobos Natuna, LBH Perindo Dukung Ketegasan Jokowi
A A A
JAKARTA - Ketua Umum LBH Perindo Ricky Margono mendukung ketegasan pemerintah terkait manuver kapal-kapal china di perairan Natuna.

"Saya sangat sependapat dengan Presiden Jokowi, saat ini di Natuna sudah bukan lagi hanya sekadar pencurian ikan. Namun, saat ini sudah melibatkan coast guard China turut turun di perairan Indonesia," tutur Ricky, Selasa (7/1/2019). (Baca juga: Sikap Jokowi Terkait Konflik Indonesia-China di Perairan Natuna )

Menurut dia, pemerintah harus memandang serius masalah ini. Sebab, ini menyangkut kewibawaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang harus dijaga.

Ricky mengatakan sebuah negara baru akan menjadi sebuah negara apabila memenuhi empat unsur, yaitu adanya pemerintahan, adanya rakyat, adanya wilayah dan adanya kedaulatan yang diakui oleh negara lain.

Dia mengatakan, ada dua unsur yang harus diperhatikan saat ini, yaitu pemerintahan dan kedaulatan yang diakui oleh negara lain. Dua unsur keberadaan negara tersebut harus dijaga.

Kedaulatan dijaga dan pemerintahan harus solid, satu suara kompak mengikuti arahan Presiden menanggapi persoalan Natuna.

"Presiden mengatakan tidak ada kompromi untuk masalah Natuna," tandasnya.

Sebelumnya, China menyatakan kawasan yang dilewati nelayan serta coast guard negaranya adalah wilayahnya sendiri. Padahal, berdasarkan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982, perairan Natuna masuk dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

China sendiri menjadi salah satu partisipan dari UNCLOS 1982. Karena, pemerintah Indonesia dengan tegas meminta agar China dapat menghormati dan menjalankan kesepakatan dalam UNCLOS 1982.

Hingga saat ini, personel gabungan TNI terus melakukan operasi pengamanan di wilayah maritim perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Sejumlah armada tambahan juga terus diturunkan guna mencegah masuknya kapal-kapal asing.
(dam)
Berita Terkait
Gelombang Tenang Menyimpan...
Gelombang Tenang Menyimpan Ancaman: Konflik Laut China Selatan dan Kedaulatan Indonesia
Pakar: Manuver China...
Pakar: Manuver China di Laut Natuna Utara Harus Disikapi Tegas
Negara yang Pernah Mengklaim...
Negara yang Pernah Mengklaim Laut Natuna Sebagai Wilayahnya, Siapa Saja?
Syarief Hasan Demokrat...
Syarief Hasan Demokrat Nilai China Lecehkan Kedaulatan NKRI
Pernyataan JAKI Sebagai...
Pernyataan JAKI Sebagai Majelis Rakyat Global untuk Mewujudkan Resolusi Konflik Laut China Selatan
Apakah Indonesia Berbatasan...
Apakah Indonesia Berbatasan dengan Laut China Selatan? Ini Jawabannya
Berita Terkini
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved