Masalah di Papua Butuh Perhatian Khusus Pemerintah Pusat

Jum'at, 27 Desember 2019 - 06:27 WIB
Masalah di Papua Butuh...
Masalah di Papua Butuh Perhatian Khusus Pemerintah Pusat
A A A
JAKARTA - Tokoh nasional yang juga pengamat senior intelijen Suhendra Hadikuntono menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi), segera memberikan perhatian serius untuk menyelesaikan masalah Papua.

"Sudah saatnya Presiden Jokowi mulai fokus menjangkau masalah sosial yang paling mendasar di Papua, bukan semata masalah pembangunan infrastruktur. Menurut saya masalah Papua tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan keamanan, tapi harus pendekatan intelijen yang lembut dan penuh empati," ujar Suhendra, Jumat (27/12/2019).

Hal ini terkait dengan keputusan Wakil Bupati Nduga Wentius Nimiangge yang menyampaikan pengunduran diri. Sehari setelah itu, Wentius menegaskan tidak mau menarik pernyataannya tersebut karena terlanjur kecewa dengan sering terjadinya pembunuhan warga sipil, dan aspirasi masyarakat Nduga tidak pernah didengar pemerintah pusat.

Menurut Wentius, usaha dia untuk menciptakan suasana damai dan konsudif di Nduga tidak mendapatkan respons memadai dari aparat keamanan dan pemerintah pusat.

Saat dihubungi media, Rabu 25 Desember 2019, Markus Yenu, Gubernur Jenderal Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) menyatakan soal pengunduran diri Wakil Bupati Nduga.

"Pengunduran diri Wakil Bupati Nduga ini harus kita sikapi sebagai pesan kuat bahwa selama ini ada masalah yang sangat krusial yang tidak dapat diatasi sebagaimana mestinya oleh aparat keamanan di daerah," jelasnya

Menurut Markus, sudah bukan rahasia lagi selama ini banyak masalah dan kejadian di daerah yang sengaja tidak dilaporkan ke pemerintah pusat. Sehingga, menurut Markus, Presiden Joko Widodo tidak mendapatkan pemahaman yang cukup untuk bisa menyerap aspirasi masyarakat di daerah khususnya di Papua.

"Bagi saya ini alarm bagi pemerintah pusat bahwa selama ini banyak aspirasi daerah yang tersumbat, sehingga daerah khususnya Papua merasa diabaikan oleh pemerintah pusat," ujar Markus.

Markus menambahkan penguduran diri Wabup Nduga dengan isu yang disampaikan merupakan kegagalan intelijen negara dalam melakukan operasi cipta kondisi yang kondusif di daerah.

"Masalah penguduran diri Wabup Nduga ini tidak bisa hanya disikapi dengan masalah administrasi pemerintahan oleh Kementerian Dalam Negeri. Karena masalah yang sebenarnya jauh lebih urgen dan perlu penanganan serius oleh pemerintah pusat," papar Markus.
(maf)
Berita Terkait
Situasi Konflik di Tanah...
Situasi Konflik di Tanah Papua Belum Ada Tanda-tanda Berakhir
Keluar dari Situasi...
Keluar dari Situasi Konflik di Papua
Polri Ajak Mahasiswa...
Polri Ajak Mahasiswa dan Pemuda Bantu Selesaikan Masalah Papua
Ketua KNPB Wilayah Maybrat...
Ketua KNPB Wilayah Maybrat Papua Barat Dibekuk, Polisi: Lakukan Pembunuhan Keji 2 Warga
Menanti Jaminan Keamanan...
Menanti Jaminan Keamanan di Papua
Kelompok KNPB Aniaya...
Kelompok KNPB Aniaya Warga hingga Tewas di Maybrat Papua Barat
Berita Terkini
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
Infografis
3 Tujuan Rusia Menempatkan...
3 Tujuan Rusia Menempatkan Pesawat Tempur di Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved