Eks Elite GAM Bertemu, Jokowi Diimbau Perhatikan Aceh

Kamis, 26 Desember 2019 - 03:45 WIB
Eks Elite GAM Bertemu,...
Eks Elite GAM Bertemu, Jokowi Diimbau Perhatikan Aceh
A A A
JAKARTA - Para mantan komandan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang dipimpin mantan Panglima GAM Muzakir Manaf, dan juga para Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) mengadakan pertemuan khusus di Meurerue, Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Senin 23 Desember 2019.

Pertemuan itu untuk membahas dan menyikapi butir-butir Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005 yang belum dilaksanakan sepenuhnya oleh pemerintah pusat.

Pertemuan tersebut menghasilkan sebuah pernyataan tegas bahwa pemerintah pusat diminta segera merealisasikan butir-butir MoU Helsinki yang sampai saat ini belum sepenuhnya berjalan. Di antaranya masalah bendera, masalah ekonomi dan perbatasan wilayah.

Menyikapi pernyataan tegas para komandan GAM dan Ketua KPA ini tokoh nasional Suhendra Hadikuntono yang sangat menguasai permasalahan Aceh dan mempunyai hubungan khusus dengan Wali Nanggroe Aceh Tengku Malik Mahmud.

"Pernyataan sikap para mantan komandan GAM ini seharusnya tidak terjadi apabila pemerintah pusat lebih peduli dan memberikan perhatian pada permasalahan yang terjadi di Aceh," ujar Suhendra di Jakarta, Kamis (25/12/2019).

Suhendra yang juga pengamat senior intelijen menambahkan sikap tegas para mantan komandan GAM ini merupakan peringatan atau "alert" bagi pemerintah pusat agar sesegera mungkin menyelesaikan masalah Aceh terkait MoU Helsinki.

Kalau pernyataan sikap para mantan komandan GAM ini tidak segera direspons pemerintah pusat, Suhendra khawatir akan tumbul gejolak politik dan keamanan yang sesungguhnya tidak perlu terjadi.

"Seperti yang saya imbau berulang kali, seharusnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera mengadakan pertemuan khusus dengan Wali Nanggroe Aceh dan para pemangku kepentingan di Aceh untuk membahas butir-butir MoU Helsinki yang sudah 14 tahun tidak kunjung dipenuhi. Hal ini demi stabilitas politik dan keamanan di Aceh dan juga nasional," jelas Suhendra.

Suhendra percaya Presiden Jokowi mempunyai komitmen tinggi untuk menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan yang timbul di negeri ini, termasuk di Aceh. Namun Suhendra meyakini bahwa saat ini Presiden Jokowi tidak mempunyai informasi yang utuh dan akurat tentang masalah yang terjadi di Aceh, sehingga banyak masalah di Bumi Serambi Mekah itu belum tertuntaskan.

"Seharusnya lembaga intelijen negara atau orang-orang terdekat Presiden memberikan informasi A-1, sehingga Presiden Jokowi mempunyai pemahaman yang lebih komprehensif tentang Aceh dan permasalahannya. Pernyataan tegas dari para mantan komandan GAM ini merupakan warning kuat bagi Presiden Jokowi bahwa penyelesaian masalah Aceh tidak bisa ditunda lagi," tandas Suhendra.

Sementara itu dalam pernyataan sikapnya, para mantan komandan GAM dan Ketua KPA menyampaikan kepada Jokowi dan pemerintah pusat supaya merealisasikan semua ketentuan yang termuat dalam MoU Helsinki, dan harus menjadi dasar hukum dalam tata kelola pemerintahan rakyat Aceh sesuai kesepakatan bersama antara Pemerintah RI
dan GAM itu.

Kedua, kepada eksekutif dan legeslatif Aceh sesegera mungkin merumuskan kembali ketentuan hukum bagi Aceh berdasarkan prinsip-prinsip universal hak asasi manusia sebagaimana tercantum dalam Konvenan Internasional Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengenai hak-hak sipil dan politik, dan mengenai hak-hak ekonomi, sosial dan bdaya sesuai poin 1.4.2 MoU Helsinki.

Ketiga, pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh agar segera memberikan perhatian penuh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh dan mengikuti MoU Helsinki yang berjuang dan mengikhlaskan diri untuk keadilan dan kesejahteraan rakyat Aceh seluruhnya.
(maf)
Berita Terkait
Relawan: Jangan Seret...
Relawan: Jangan Seret Presiden Jokowi dalam Konflik Demokrat
Airlangga: Presiden...
Airlangga: Presiden Jokowi dan Menteri Bahas Konflik Iran-Israel
Israel dan Hamas Konflik...
Israel dan Hamas Konflik Sengit, Ini Sikap Presiden Jokowi
Misi Jokowi Sambungkan...
Misi Jokowi Sambungkan Aceh hingga Lampung Sepanjang 2.765 KM
Presiden Jokowi Resmi...
Presiden Jokowi Resmi Buka PON XXI Aceh-Sumut 2024
Temui Wali Nanggroe,...
Temui Wali Nanggroe, PDIP Tekankan Komitmen Presiden Jokowi untuk Kemajuan Aceh
Berita Terkini
Kasus Suap Bupati Suhardiman...
Kasus Suap Bupati Suhardiman Amby, KPK Geledah Sejumlah Lokasi di Kuansing
Hakim Tolak Praperadilan...
Hakim Tolak Praperadilan Asrul Azis di Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Prabowo ke PM Singapura:...
Prabowo ke PM Singapura: Kalau Ada Salah Paham, Kita Selesaikan Terbuka
Roy Suryo Gugat Praperadilan...
Roy Suryo Gugat Praperadilan Lagi, Kuasa Hukum Jokowi: Tidak Logis, Statusnya Sudah Terdakwa
Nadiem Makarim Laporkan...
Nadiem Makarim Laporkan 4 Hakim Kasus Chromebook ke KY, Singgung Dugaan Manipulasi Fakta Sidang
Komisi VIII DPR: Ada...
Komisi VIII DPR: Ada Ancaman Besar jika LGBT Masif di Indonesia
Infografis
6 Fakta Garda Revolusi...
6 Fakta Garda Revolusi Iran, Pasukan Elite Pendukung Ali Khamenei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved