Alissa Wahid Ajak Teladani Kesederhanaan dan Sikap Gus Dur di Haul Ke-10

Kamis, 26 Desember 2019 - 00:09 WIB
Alissa Wahid Ajak Teladani...
Alissa Wahid Ajak Teladani Kesederhanaan dan Sikap Gus Dur di Haul Ke-10
A A A
JAKARTA - Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menggelar acara Haul Ke-10 Gus Dur: Istigasah dan Tahlil Akbar di halaman Gedung PBNU Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (25/12/2019) malam.

Dalam acara tersebut putri KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Alissa Wahid yang memberi sambutan, mengatakan bahwa pertemuan dalam acara haul ini bukan dimaksudkan untuk memuja-muji kebesaran Gus Dur. Tapi, dia mengajak semua orang untuk belajar dari Gus Dur.

"Kita ingin belajar, mengambil keteladanan, mencari inspirasi, terutama dalam situasi kebangsaan yang seperti ini. Sekarang banyak kebencian, permusuhan, dan prasangka. Banyak yang hanya mencari kepentingan sendiri atau golongannya. Banyak orang mau menang dan mengalahkan lainnya. Banyak orang yang sibuk menumpuk harta seakan-akan itu nanti akan dibawanya (mati)," tutur Alissa.

Perempuan bernama lengkap Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid itu, mengatakan ketika kita belajar tentang Gus Dur, pada saat bersamaan kita diajak untuk belajar tentang para pendahulu yang menjadikan Gus Dur sebagai tokoh besar seperti KH Wahid Hasyim, KH Hasyim Asyari, KH Bisri Sansuri maupun KH Wahab Hasbullah.

"Beliau selalu bilang, "saya muridnya Mbah Hasyim, Mbah Bisri, Mbah Wahab". Kita yang baru mencapai sedikit saja jumawa seakan-akan dunia berputar karena kita. Seberapa sering kita mengingat guru-guru kita? Apa yang ada dalam diri kita sekarang karena ada orang lain yang mengajarkan kepada kita. Semoga kita dapat meneladani keteladanan Gus Dur," katanya.

Alissa juga mengajak untuk belajar hidup sederhana seperti yang dicontohkan Gus Dur. Meski pernah menjabat sebagai Presiden RI, juga sebagai ketua umum PBNU, organisasi Islam terbesar dunia selama dua periode dan juga aktif menulis serta menjadi pembicara di berbagai forum, Gus Dur nyatanya tidak hidup dengan bergelimang harta.

"Beliau sebelum wafat sempat meminjam uang kepada saya. Beliau ini mantan presiden, beliau mantan ketua umum organisasi Islam terbesar dunia, aktif sebagai pembicara dan menulis, tapi beliau tidak punya uang. Kalau ditanya ada uang di laci, beliau bilang itu uang titipan untuk rakyat, bukan uang kita. Beliau tidak pernah mempersoalkan pakaian apa. Bahkan bajunya lengan panjang batik kalau kerahnya rusak, kemudian dipotong. Kita baru dapat jabatan sedikit saja sudah sombong. Apakah kita bisa meneladani beliau dari gemerlap kekuasan dan materi?" katanya.

Alissa mengatakan, banyak orang yang lupa bahwa jabatan adalah amanah dan wasilah untuk kemaslahatan rakyat. "Semoga kita bisa meneladani beliau," katanya.

Termasuk meneladani dalam selera humor Gus Dur yang suka menertawakan diri sendiri. "Gus Dur paling jago menertawakan diri sendiri. Beliau tidak pernah menggunakan humor untuk menertawakan orang lain. Beliau bilang menertawakan diri sendiri bisa membuat rendah hati," urainya.

Ketua PBNU Robikin Emhas mengatakan, banyak nilai yang bisa diteladani dari Gus Dur. Salah satunya nilai kemanusian. "Gus Dur mencintai setiap manusia. Walaupun dihina dan dibenci, dia tidak membalas. Sekarang terbukti banyak orang yang tetap mencintainya. Setiap hari ada sekitar 3.500 orang yang berkunjung ke makamnya. Gus Dur adalah inspirasi, " terang dia.

Sepanjang hidupnya, Gus Dur terus memperjuangkan nilai kemanusiaan. Selain itu, mantan Ketua Umum PBNU itu juga mendorong inklusifisme Islam, sehingga Islam tidak tampak garang. Islam membumi dan menjadi agama yang memanggul pesan kemanusian.

Robikin mengatakan, acara haul Gus Dur sengaja digelar bersamaan dengan perayaan Hari Raya Natal dengan harapan setiap agama memiliki nilai humanitarianisme. "Kami ajak semua pemeluk agama untuk mewujudkan peradaban yang baik, etik universal, dan humanitarianisme, " terang pria asal Gresik itu.

Ketua Umum PP Pagar Nusa Nabil Haroen menambahkan, banyak sekali warisan yang ditinggalkan Gus Dur. Menurut dia, Gus Dur merupakan sosok yang paripurna dalam memahami ukhuwah, baik ukhuwah islamiyah, wathoniyah, dan ukhuwah basyariah. "Bicara tentang Gus Dur tidak pernah ada habisnya," ucapnya.
(zil)
Berita Terkait
Kisah Humor Gus Dur,...
Kisah Humor Gus Dur, Beli Kepiting di Mesir Diambilkan Catut
Cerita Istri Gus Dur...
Cerita Istri Gus Dur : Di Jakarta 3 Kali Mengontrak dan Pernah Tinggal di Kontrakan Seluas Gardu
Mahfud MD Kenang Gus...
Mahfud MD Kenang Gus Dur, Kerap Dinasihati dengan Cara Jenaka
Pesan Gus Dur yang Selalu...
Pesan Gus Dur yang Selalu Diingat Mahfud MD: Berani Berjuang dan Jujur
Wahid Foundation Akan...
Wahid Foundation Akan Terus Mempromosikan Perdamaian
Haul ke-14 Gus Dur,...
Haul ke-14 Gus Dur, Siti Atikoh Silaturahmi ke Sinta Nuriyah
Berita Terkini
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved