Jaringan Teroris Ingin Papua Jadi Wilayah Perjuangan Baru

Kamis, 19 Desember 2019 - 20:03 WIB
Jaringan Teroris Ingin...
Jaringan Teroris Ingin Papua Jadi Wilayah Perjuangan Baru
A A A
JAKARTA - Polri menangkap delapan orang terduga teroris di Jayapura, Papua. Mereka lari ke Papua karena merasa sudah terdesak.

Kendati ditangkap di Jayapura, para terduga teroris dipastikan tidak berniat untuk melakukan aksinya di wilayah tersebut."Tidak ada indikasi ditemukan bahwa mereka akan melakukan di Papua. Tidak ada sama sekali. Dari hasil interogasi kepada para pelaku teroris ini atau pelaku teror, mereka mengatakan daerah Papua merupakan daerah yang mereka katakan sebagai perluasan perjuangan," tutur Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Asep Adi Saputra di Hotel Bidakara, Jakart, Kamis (19/12/2019).

Asep menjelaskan delapan terduga teroris tersebut ditangkap lantaran diduga kuat telah melaksanakan kegiatan yang mengarah teror. Penangkapan dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

"Dalam koridor hukum mereka sudah dikatakan sebagai kegiatan-kegiatan permulaan, kemudian dilakukan penangkapan," tuturnya. (Baca juga: Diduga Teroris, Penjual Es Kacang Merah di Papua Ditangkap Polisi )

Menurut para pelaku, kata Asep, daerah Papua merupakan daerah perluasan perjuangan. Asep pun mencontohkan salah satu kasus yakni, penangkapan teroris di Lampung dan melarikan diri ke Papua.

"Seperti contoh beberapa waktu lalu ada kejadian penegakan hukum di Lampung mereka lari ke Papua, setelah ke Papua mereka melakukan aksinya di Bekasi," tuturnya.

Sebelumnya, Asep mengungkapkan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap delapan terduga teroris di Jayapura, Papua.

"Kita mendapatkan informasi bahwa adanya delapan terduga teroris ditangkap oleh Densus 88 di Kabupaten Jayapura, Papua," kata Asep Adi Saputra di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa 17 Desember 2019 lalu.

Menurut dia, delapan terduga teroris itu ditangkap diduga merupakan anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) jaringan Lampung dan Medan. Dari penangkapan tersebut, Densus 88 menyita alat komunikasi beserta percakapan para terduga teroris tersebut.
(dam)
Berita Terkait
Cegah Aksi Terorisme,...
Cegah Aksi Terorisme, Ini yang Dilakukan Polri
Aksi Terorisme Mabes...
Aksi Terorisme Mabes Polri, Presiden : Tingkatkan Kewaspadaan
Presiden Jokowi Ajak...
Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Bersatu Lawan Terorisme
Gerak Cepat Densus 88...
Gerak Cepat Densus 88 Antiteror Polri Tangani Terorisme Diapresiasi
Polri Waspadai Ancaman...
Polri Waspadai Ancaman Teror pada Pemilu 2024
Polri Telusuri Dugaan...
Polri Telusuri Dugaan Hasil Donasi ACT Disalahgunakan untuk Aktivitas Terlarang
Berita Terkini
Banding, Ariyanto Bakri...
Banding, Ariyanto Bakri Tetap Dihukum 16 Tahun di Kasus Suap CPO dan Bayar Uang Pengganti Rp21 Miliar
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Lampung, Resmikan RSUD dan Buka Munas HIPMI
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
Infografis
Presiden Erdogan Ingin...
Presiden Erdogan Ingin Membentuk Tatanan Dunia Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved