Jokowi Diminta Tak Angkat Dewas KPK dari Tokoh Parpol

Jum'at, 13 Desember 2019 - 15:02 WIB
Jokowi Diminta Tak Angkat...
Jokowi Diminta Tak Angkat Dewas KPK dari Tokoh Parpol
A A A
JAKARTA - Kewenangan untuk menunjuk Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi wewenang penuh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kendati begitu, Presiden diminta untuk tidak menunjuk anggota Dewas KPK dari tokoh aktif partai politik (parpol).

"Soal Dewas KPK, terus terang kami pernah menyampaikan masukan agar sebaiknya jangan ada orang yang masih aktif di parpol sehingga tidak terkesan nanti ada conflic of interest atau sekadar kesan bahwa ada politisasi di KPK," ujar Wakil Ketua MPR dari Fraksi PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Namun, Arsul yang juga Sekjen PPP tidak mempermasalahkan jika tokoh yang ditunjuk pernah terlibat di parpol namun sudah lama tidsk aktif dan telah menjadi pejabat negara lainnya.

"Kecuali kalau orang itu pernah menjadi politisi, tapi sudah menjadi pejabat publik yang lain seperti yang disebut-sebut Pak Gayus Lumbun yang saya dengar, enggak masalah kalau seperti itu karena beliau sudah terpisah dari dunia politik menjadi hakim agung, menjadi pengadil," urainya.

Namun, jika tokoh tersebut baru saja pensiun dsri DPR, kemudian ditunjuk menjadi Dewas KPK, Arsul menilai hal itu tidak tepat untuk saat ini. "Kecuali nanti Dewan Pengawas itu melalui proses seleksi oleh pansel yang independen maka semua warga negara, termasuk politisi boleh dong mendaftar dan ikut proses seleksi," paparnya.

Dikatakan Arsul, untuk saat ini berdasarkan hasil revisi UU KPK, pemilihan Dewas untuk tahap pertama memang kewenangannya diberikan penuh kepada Presiden untuk menunjuk dan mengangkat Dewas KPK.

"Nanti kalau yang kedua (dipilih pansel), ini kan empat tahun pertama saja (dipilih presiden), tapi selanjutnya kan melalui proses seleksi, itu memang harus terbuka semua," urainya.

Ditanya mengenai bocoran nama-nama Dewas yang telah dipilih Presiden, Arsul mengaku belum mengetahuinya. "Kami belum tahu dan saya kira gak tahu pun gak masalah karena yang harus tahu kan nanti kalau sudah diangkat, mereka bekerja dengan benar atau tidak, itu baru kami harus tahu," katanya.

Arsul meyakini bahwa Presiden dalam menunjuk Dewas KPK telah mempertimbangkan banyak hal. "Barang kali karena tidak terungkap saja ke media bahwa Presiden juga minta masukan dari berbagai pihak, utamanya dari berbagai elemen masyarakat sipil," ujarnya.

"Jadi juga jangan dianggap sesuatu yang tidak muncul di ranah publik di media, kemudian seolah-olah semuanya hanya maunya Bapak Presiden, nggak juga. Kqau yang saya dengar beliau minta juga masukan dari berbagai kalangan," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden mengaku telah menunjuk Dewas KPK, namun hingga saat ini masih merahasiakan nama-nama yang dipilih. Kepastian bahwa nama-nama anggota Dewan sudah selesai disusun disampaikan Jokowi di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (10/12/2019). "Sudah, tapi belum (bisa diumumkan)," katanya.
(maf)
Berita Terkait
Novel Baswedan: Pidato...
Novel Baswedan: Pidato Presiden Jokowi Telah Membebaskan Kami
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
BKN Sebut Keputusan...
BKN Sebut Keputusan Pegawai KPK Sudah Sesuai Arahan Presiden Jokowi
Pansel Capim KPK Bakal...
Pansel Capim KPK Bakal Saring 10 Nama, Nantinya Diserahkan ke Jokowi
10 Calon Pimpinan KPK:...
10 Calon Pimpinan KPK: Polisi, Jaksa, Hakim, hingga Petahana
Berita Terkini
Penyidik KPK Datangi...
Penyidik KPK Datangi Rumah Silmy Karim di Jalan Brawijaya Jaksel
Relawan Jokowi Sebut...
Relawan Jokowi Sebut Tudingan Roy Suryo Cs Soal Ijazah Jokowi Menguras Energi
Breaking News! Silmy...
Breaking News! Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
Copot 3 Pimpinan BGN,...
Copot 3 Pimpinan BGN, Prabowo: Saya Sedih, Mengganti Orang yang Saya Sayangi
Kemenhaj Serahkan Paket...
Kemenhaj Serahkan Paket Daging Dam Jemaah Haji Indonesia untuk Rakyat Palestina
Sepak Bola dan Organisme...
Sepak Bola dan Organisme Kepercayaan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved