Menkes Tawarkan Tiga Alternatif Solusi Sikapi Kenaikan Iuran BPJS

Kamis, 12 Desember 2019 - 18:31 WIB
Menkes Tawarkan Tiga...
Menkes Tawarkan Tiga Alternatif Solusi Sikapi Kenaikan Iuran BPJS
A A A
JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menawarkan tiga alternatif solusi menyikapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang mencapai 100% mulai Januari 2020 sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75/2019.

“Alternatif pertama, usulan subsidi pemerintah atas selisih kenaikan iuran JKN pada peserta PBPU (pekerja bukan penerima upah) dan BP (bukan pekerja) Kelas III. Tapi, kami masih menunggu kepastian jawaban Ibu Menteri Keuangan (Menkeu),” kata Terawan dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR bersama dengan Dirut BPJS, Dewas BPJS dan Kepala DJSN di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Alternatif kedua, Terawan melanjutkan, memanfaatkan profit atas klaim rasio peserta penerima bantuan uran (PBI) yang diproyeksikan pada tahun mendatang akan ada profit akibat kenaikan iuran JKN berdasarkan Perpres 75/2019.

“Profit ini digunakan untuk membayar selisih kenaikan iuran peserta PBPU dan BP kelas III,” lanjutnya. (Baca juga: Komisi IX DPR Bersikukuh Iuran BPJS Kelas III Tak Boleh Naik )

Alternatif ketiga, kata Terawan, Kementerian Sosial (Kemensos) sedang melakukan perbaikan kualitas data PBI sekaligus mengintegrasikan data PBI dengan Data Terpadu Program Kesejahteraan Sosial (DTKS). Karena, terdapat data PBI non-DTKS sejumlah 30.620.052 jiwa yang akan dinonaktifkan oleh Mensos.

“Rencana penonaktifan data PBI tersebut dapat dimanfaatkan untuk digantikan oleh peserta PBPU dan BP kelas III yang berjumlah 19.961.569 jiwa,” ujar Terawan.

Sementara, kata mantan Kepala RSPAD Gatot Subroto itu, proyeksi klaim rasio PBI berdasarkan Perpres 75/2019, yakni pada 2019 sebesar 117%, 2020 (127,7%) dan 2021 (138,4%).

Dengan Perpres 75 Tahun 2019 ini maka akan ada profit. Terawan menghitung jumlah profit atau jumlah kelebihan bayarnya bisa dimanfaatkan sebagian untuk subsidi PBPU dan BP kelas III, sehingga tidak mempengaruhi yang lainnya.

“Saya hanya menghitung klaim rasio dan profitnya saya sarankan diberi ke PBI untuk PBPU dan BP, memang peranan BPJS dalam mengelola PBI, kami belum tahu masalahnya biar BPJS yang menjelaskan, saya hanya menghitung. Menurut saya alternatif 2 dan 3 yang paling rasional,” tutur Terawan.
(dam)
Berita Terkait
Biaya yang Ditanggung...
Biaya yang Ditanggung BPJS Apa Saja? Anda Perlu Tahu
Aturan Baru BPJS Kesehatan...
Aturan Baru BPJS Kesehatan per 1 Juni 2026, Kontrol Harus Sesuai Tanggal Surat
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Gaes, Begini Cara Cek...
Gaes, Begini Cara Cek Tagihan Iuran BPJS Kesehatan Terbaru
Kenaikan Iuran BPJS...
Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Seharusnya Bertahap
Atasi Defisit, DPR Minta...
Atasi Defisit, DPR Minta Tata Kelola BPJS Kesehatan Dirombak Total
Berita Terkini
Robikin Emhas: Marwah...
Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik-cabik Hanya karena Konflik Elite PBNU
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Infografis
Menkes: Laki-laki Celananya...
Menkes: Laki-laki Celananya Ukuran 33 Lebih Cepat Meninggal Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved