Jokowi: Kartu Prakerja Bukan untuk Gaji Pengangguran, Itu Keliru!

Selasa, 10 Desember 2019 - 15:57 WIB
Jokowi: Kartu Prakerja...
Jokowi: Kartu Prakerja Bukan untuk Gaji Pengangguran, Itu Keliru!
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membantah program kartu prakerja untuk menggaji pengangguran.

Dia menegaskan program ini untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja. “Terkait implementasi kartu prakerja, saya ingin menegaskan lagi program ini bukan menggaji pengangguran. Ini penting saya sampaikan karena seolah-olah pemerintah akan menggaji. Tidak, itu keliru,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Selasa (10/12/2019).

Dia mengatakan kartu prakerja digunakan untuk pelatihan ataupun vokasi bagi para pencari kerja usia 18 tahun ke atas dan tidak sedang dalam pendidikan formal.

“Atau juga untuk pekerja aktif dan korban PHK yang membutuhkan peningkatan kompetensi,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini. ( Baca juga: Kartu Prakerja Berlaku Januari 2020, Sasar 2 Juta Orang )

Dia menuturkan tujuan adanya kartu prakerja adalah mempersiapkan angakatan kerja . Dengan begitu angkatan kerja dapat terserap ataupun dapat berwirausaha.

“(Juga-red) meningkatkan keterampilan para pekerja dan korban PHK untuk reskilling dan upskill agar semakin produktif dan meningkatkan daya saing,” ujarnya.

Mantan Wali Kota Solo itu ingin agar kartu prakerja dapat segera implementasikan. Termasuk juga program-program sosial lainnya juga dapat segera dilaksanakan.

“Saya minta program yang saya sebutkan baik kartu prakerja, JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat), PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) segera dilaksanakan secepat-cepatnya. Paling penting penyaluran kartu betul-betul tepat sasaran,” tuturnya.

Jokowi mengatakan, sasaran JKN pada tahun 2020 mendatang mencapai 96,8 juta jiwa penerima bantuan. Sementara untuk PKH sebanyak 10 juta keluarga. Lalu BPNT sebanyak 15,6 juta keluarga melalui kartu sembako. Di bidang pendidikan, dia mengatakan kartu indonesia pintar (KIP) kuliah dan lanjutan program bidik misi akan diberikan kepada 818 ribu mahasiswa penerima.

“Kartu sembako keluarga penerima manfaat dapat membeli dan memilih bahan pangan yang lebih beragam. Karena jumlah bantuan yang diterima meningkat dari Rp 1,32 juta per keluarga per tahun jadi 1,8 juta per keluarga per tahun. Ini perlu dilihat progresnya,” tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Kementerian Transmigrasi...
Kementerian Transmigrasi Bakal Perluas Program Pengiriman Tenaga Kerja ke Jepang
Kesenjangan Pekerja...
Kesenjangan Pekerja Disabilitas, PR Besar Bagi Pemerintah
Surat Edaran Menaker...
Surat Edaran Menaker Lindungi Usaha dan Upah di Tengah Pandemi
Pandemi Covid-19, Partisipasi...
Pandemi Covid-19, Partisipasi dan Peran Pekerja Perempuan Perlu Ditingkatkan
9 Perusahaan P3MI Gugat...
9 Perusahaan P3MI Gugat Menteri Tenaga Kerja
Pandemi Belum Kelar,...
Pandemi Belum Kelar, ASEAN Skills Competition Diundur hingga Tahun 2023
Berita Terkini
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Pakar Hukum: Secara...
Pakar Hukum: Secara Yuridis Pemeriksaan Mantan Jampidsus Tak Perlu Izin Kapolri dan Pejabat Negara Lainnya
Anggaran Rehab-Rekon...
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program pada Kepala Daerah
Roy Suryo: Rismon Tak...
Roy Suryo: Rismon Tak Layak Jadi Saksi di Kasus Ijazah Jokowi
Menteri Dody Ungkap...
Menteri Dody Ungkap Masalah Internal Kementerian PU Sangat Serius, Bongkar Berbagai Kasus termasuk Korupsi
OTT di Lombok Barat,...
OTT di Lombok Barat, KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved