Kembali Sidak di RS, Jokowi Soroti Fasilitas Kelas Tiga
Jum'at, 06 Desember 2019 - 11:23 WIB
Kembali Sidak di RS, Jokowi Soroti Fasilitas Kelas Tiga
A
A
A
CILEGON - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) saat melakukan kunjungan kerja. Kali ini yang menjadi lokasi sidak adalah RSUD Kota Cilegon.
Jokowi tiba di RSUD Kota Cilegon sekitar pukul 09.15 WIB. Sesampainya di lokasi, Jokowi langsung menuju ke area pendaftaran dan sempat berdialog dengan para pasien. Kemudian Jokowi juga sempat ke IGD dan ke ruang perawatan kelas tiga.
"Ya yang pertama saya ingin memastikan apakah yang berada di kelas 3 itu BPJS. Hampir tadi 90% lebih memang BPJS," ujarnya di RSUD Kota Cilegon, Serang, Jumat (6/12/2019).
Dia mengatakan kondisi tersebut tidak jauh berbeda dengan rumah sakit lainnya. Dia menyebut hampir 80% pengguna BPJS adalah masyarakat yang masuk dalam penerima bantuan iuran (PBI).
"Sisanya 20% memakai yang mandiri, bayar sendiri. Saya kira kita kemarin di Lampung, di Subang, di sini angka-angkanya hampir sama," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut Jokowi menyoroti pentingnya perbaikan fasilitas di kelas tiga. Menurutnya sekalipun kelas tiga haruslah ada pembatas antar pasien.
"Masih banyak rumah sakit kita yang fasilitasnya belum diperbaiki. Itu tugas pemerintah daerah. Tugas pemerintah kota, pemerintah kabupaten, tugas pemerintah provinsi. Karena rumah sakitnya untuk kepemilikan hampir semua dimiliki provinsi kabupaten dan kota," paparnya.
Ditanyakan tunggakan BPJS di RSUD Kota Colegon, Jokowi mengakui hal tersebut. Menurutnya itu disebabkan oleh defisit BPJS.
"Ya karena ada defisit di BPJS. Itu yang mau kita atasi. Sudah empat tahun ini belum ketemu jawabannya. Tapi sekarang Menkes sudah menyampaikan di rapat terbatas kemarin, tahun depan jurusnya sudah ketemu. Nanti tanyakan ke Menkes," pungkasnya.
Jokowi tiba di RSUD Kota Cilegon sekitar pukul 09.15 WIB. Sesampainya di lokasi, Jokowi langsung menuju ke area pendaftaran dan sempat berdialog dengan para pasien. Kemudian Jokowi juga sempat ke IGD dan ke ruang perawatan kelas tiga.
"Ya yang pertama saya ingin memastikan apakah yang berada di kelas 3 itu BPJS. Hampir tadi 90% lebih memang BPJS," ujarnya di RSUD Kota Cilegon, Serang, Jumat (6/12/2019).
Dia mengatakan kondisi tersebut tidak jauh berbeda dengan rumah sakit lainnya. Dia menyebut hampir 80% pengguna BPJS adalah masyarakat yang masuk dalam penerima bantuan iuran (PBI).
"Sisanya 20% memakai yang mandiri, bayar sendiri. Saya kira kita kemarin di Lampung, di Subang, di sini angka-angkanya hampir sama," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut Jokowi menyoroti pentingnya perbaikan fasilitas di kelas tiga. Menurutnya sekalipun kelas tiga haruslah ada pembatas antar pasien.
"Masih banyak rumah sakit kita yang fasilitasnya belum diperbaiki. Itu tugas pemerintah daerah. Tugas pemerintah kota, pemerintah kabupaten, tugas pemerintah provinsi. Karena rumah sakitnya untuk kepemilikan hampir semua dimiliki provinsi kabupaten dan kota," paparnya.
Ditanyakan tunggakan BPJS di RSUD Kota Colegon, Jokowi mengakui hal tersebut. Menurutnya itu disebabkan oleh defisit BPJS.
"Ya karena ada defisit di BPJS. Itu yang mau kita atasi. Sudah empat tahun ini belum ketemu jawabannya. Tapi sekarang Menkes sudah menyampaikan di rapat terbatas kemarin, tahun depan jurusnya sudah ketemu. Nanti tanyakan ke Menkes," pungkasnya.
(kri)