Jokowi Tak Percaya Golkar Bisa Diintervensi, Apalagi oleh Menteri
Senin, 02 Desember 2019 - 16:26 WIB
Jokowi Tak Percaya Golkar Bisa Diintervensi, Apalagi oleh Menteri
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) heran dengan isu beredar yang menuding Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno telah mengintervensi Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar.
Jokowi menilai tak mungkin Partai Golkar mudah diintervensi. “Sebagai partai besar, partai yang memiliki pengalaman panjang, saya kira enggak mungkin bisa diintervensi oleh menteri, diintervensi dari eksternal. Saya kira itu isu-isu yang ya, biasa dalam politik. Kalau Setneg bisa intervensi Golkar, jagoan bener Setneg,” katanya di Istana Merdeka, Senin (2/12/2019). (Baca juga: Jokowi: Ada yang Ingin Cari Muka dan Jerumuskan Saya )
Jokowi pun mengaku heran dengan tudingan tersebut. Pasalnya tidak ada keterkaitan antara Setneg dengan Munas Partai Golkar.
“Munas itu urusan internal partai. Saya, kalau saya ketemu DPD seperti waktu itu ya saya undang terbuka berbicara mengenai kenegarawanan. Kalau ada menteri lain seperti Pak Luhut kan kader Golkar, Agus Gumiwang Golkar, Zainuddin Amali Golkar,” tuturnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta mengatakan biarkanlah Partai Golkar secara demokratis menentukan pemimpinnya mendatang. Namun begitu dia meminta penting bagi golkar menjaga stabilitas politik nasional.
“Kita tahu, sebagai partai besar, penting sekali Golkar dalam menjaga stabilitas politik nasional, juga ikut berkontribusi besar dalam pembangunan nasional kita,” tuturnya.
Jokowi menilai tak mungkin Partai Golkar mudah diintervensi. “Sebagai partai besar, partai yang memiliki pengalaman panjang, saya kira enggak mungkin bisa diintervensi oleh menteri, diintervensi dari eksternal. Saya kira itu isu-isu yang ya, biasa dalam politik. Kalau Setneg bisa intervensi Golkar, jagoan bener Setneg,” katanya di Istana Merdeka, Senin (2/12/2019). (Baca juga: Jokowi: Ada yang Ingin Cari Muka dan Jerumuskan Saya )
Jokowi pun mengaku heran dengan tudingan tersebut. Pasalnya tidak ada keterkaitan antara Setneg dengan Munas Partai Golkar.
“Munas itu urusan internal partai. Saya, kalau saya ketemu DPD seperti waktu itu ya saya undang terbuka berbicara mengenai kenegarawanan. Kalau ada menteri lain seperti Pak Luhut kan kader Golkar, Agus Gumiwang Golkar, Zainuddin Amali Golkar,” tuturnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta mengatakan biarkanlah Partai Golkar secara demokratis menentukan pemimpinnya mendatang. Namun begitu dia meminta penting bagi golkar menjaga stabilitas politik nasional.
“Kita tahu, sebagai partai besar, penting sekali Golkar dalam menjaga stabilitas politik nasional, juga ikut berkontribusi besar dalam pembangunan nasional kita,” tuturnya.
(dam)