KPK Tak Ingin Gegabah Sikapi Sejumlah Nama Muncul di Persidangan
Kamis, 28 November 2019 - 10:05 WIB
KPK Tak Ingin Gegabah Sikapi Sejumlah Nama Muncul di Persidangan
A
A
A
JAKARTA - Dalam kasus persidangan atau pemeriksaan saksi, banyak disebutkan nama-nama orang yang diduga terlibat dalam praktik korupsi. Namun, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak serta merta percaya begitu saja.
"Kita tidak pernah katakan bahwa kita enggak pernah terpengaruh, bayangin saja di setiap kasus itu, pasti orang disebutin nama-namanya banyak selalu disebut," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat diwawancarai SINDOnews, Rabu (27/11/2019).
Disebut itu biasa macem-macem orang nyebut nama juga biar nyeret-nyeret itu ibaratnya kalo udah mau tenggelam dilaut itu kan segala macam ditarik itu sangat normatif, tetapi KPK ga sangat terpengaruh disitu," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat diwawancarai SINDOnews, Rabu (27/11/2019).
Tak hanya itu, Saut menegaskan, pihaknya tidak pernah percaya pengakuan dari para saksi atau tersangka yang telah diperiksa KPK. Sebab kebanyakan dari mereka selalu menutup-tutupi, dan KPK selalu mencari bukti lain untuk menjerat orang-orang tersebut.
"Sebenarnya KPK enggak perlu pengakuan kok hampir semuanya yang ditanya-tanya itu tidak pernah ngaku. Kita enggak perlu pengakuan kita bisa nyari bukti dari yang lain dan memang prinsip yang baru memang seperti itu kita gabutuh pengakuan," jelasnya.
"Jadi dalam mencari nama-nama yang disebut itu kita harus hati-hati. tetapi percayalah, kalau memang cukup kita akan jalankan," tambahnya.
Kecukupan itu kata Saut, juga didukung dari sumber daya di KPK. Sebab, sumber daya di KPK baik manusia dan sumber daya lainnya yang mendukung pemberatasan korupsi dirasa masih kurang.
Bahkan dirinya berkelakar agar pemerintah memberikan 20 ribu pegawai secara langsung, agar bisa memberantas praktik korupsi secara cepat.
"Jadi memang yasudahlah kalau saya bilang KPK kasih 20.000 pegawai, biar cepat. Sekarang itu ada 20 Satgas. Di satgas itu mereka membagi kerja, engga ketemu juga anda mau paksa, dia cari-cari. Tetapi ada Satgas yang cepat memang, gesit dia. Nah itu kembali lagi mungkin ada pengalaman, senioritas," tuturnya.
"Kita tidak pernah katakan bahwa kita enggak pernah terpengaruh, bayangin saja di setiap kasus itu, pasti orang disebutin nama-namanya banyak selalu disebut," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat diwawancarai SINDOnews, Rabu (27/11/2019).
Disebut itu biasa macem-macem orang nyebut nama juga biar nyeret-nyeret itu ibaratnya kalo udah mau tenggelam dilaut itu kan segala macam ditarik itu sangat normatif, tetapi KPK ga sangat terpengaruh disitu," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat diwawancarai SINDOnews, Rabu (27/11/2019).
Tak hanya itu, Saut menegaskan, pihaknya tidak pernah percaya pengakuan dari para saksi atau tersangka yang telah diperiksa KPK. Sebab kebanyakan dari mereka selalu menutup-tutupi, dan KPK selalu mencari bukti lain untuk menjerat orang-orang tersebut.
"Sebenarnya KPK enggak perlu pengakuan kok hampir semuanya yang ditanya-tanya itu tidak pernah ngaku. Kita enggak perlu pengakuan kita bisa nyari bukti dari yang lain dan memang prinsip yang baru memang seperti itu kita gabutuh pengakuan," jelasnya.
"Jadi dalam mencari nama-nama yang disebut itu kita harus hati-hati. tetapi percayalah, kalau memang cukup kita akan jalankan," tambahnya.
Kecukupan itu kata Saut, juga didukung dari sumber daya di KPK. Sebab, sumber daya di KPK baik manusia dan sumber daya lainnya yang mendukung pemberatasan korupsi dirasa masih kurang.
Bahkan dirinya berkelakar agar pemerintah memberikan 20 ribu pegawai secara langsung, agar bisa memberantas praktik korupsi secara cepat.
"Jadi memang yasudahlah kalau saya bilang KPK kasih 20.000 pegawai, biar cepat. Sekarang itu ada 20 Satgas. Di satgas itu mereka membagi kerja, engga ketemu juga anda mau paksa, dia cari-cari. Tetapi ada Satgas yang cepat memang, gesit dia. Nah itu kembali lagi mungkin ada pengalaman, senioritas," tuturnya.
(maf)