Kubu Bamsoet Ungkap Tiga Menteri Campuri Internal Golkar
Kamis, 28 November 2019 - 08:52 WIB
Kubu Bamsoet Ungkap Tiga Menteri Campuri Internal Golkar
A
A
A
JAKARTA - Loyalis bakal Calon Ketua Umum (Caketum) Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), Syamsul Rizal mengungkapkan, ada tiga menteri kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin yang mencampuri urusan internal partainya.
(Baca juga: Maju Munas Golkar, Pengamat: Airlangga Sebaiknya Tak Rangkap Jabatan)
Tiga menteri itu disebut menelepon dan meminta sejumlah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar untuk memilih Airlangga Hartarto di musyawarah nasional (Munas) 3-6 Desember mendatang.
"Ada beberapa pembantu Jokowi dijadikan alat juga untuk tekan DPD-DPD, DPD 1 melalui kepala-kepala daerahnya," ujar Syamsul Rizal di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (27/11/2019).
Syamsul memastikan, Presiden Jokowi tidak mengetahui ada tiga menteri yang menekan beberapa DPD Partai Golkar. Karena kata dia, Presiden Jokowi dari awal tidak ingin mencampuri urusan internal Golkar.
Dia melanjutkan, hubungan Presiden Jokowi antara dengan Bamsoet maupun Airlangga Hartarto sama-sama baik. "Jadi ada pembantu presiden saya enggak mau sebut nama, ada 3 pembantu presiden yang telepon DPD-DPD dan ketua-ketua DPD I dan kepala-kepala daerah untuk pilih Airlangga, berpihak ke Airlangga," ungkapnya.
Menurutnya, tiga menteri itu tidak punya jabatan politik di partai politik. Tiga menteri itu, kata dia, hanya mau cari legitimasi politik ke presiden. "Biar presiden itu percaya mereka punya kekuatan politik padahal sebenarnya enggak, hanya banyak bacot doang," ujarnya.
Dia membeberkan, satu dari tiga menteri itu kader Partai Golkar. "Ada 3 pembantu presiden, yang satu itu kader Golkar, yang satu akademisi, yang satu partai lain," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus mengaku tidak mengetahui adanya tiga menteri yang mencampuri urusan pemilihan ketua umum Partai Golkar di Munas nanti. "Saya enggak tahu lah itu, tanya Pak BS (Bamsoet-red), saya enggak tahu," ujar Lodewijk dikonfirmasi terpisah.
Dia kembali melontarkan jawaban senada saat ditanya tanggapannya tentang tiga menteri itu menekan beberapa DPD Partai Golkar untuk memilih Airlangga Hartarto nanti. "Maaf, maaf, no comment kalau masalah itu," pungkasnya.
(Baca juga: Maju Munas Golkar, Pengamat: Airlangga Sebaiknya Tak Rangkap Jabatan)
Tiga menteri itu disebut menelepon dan meminta sejumlah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar untuk memilih Airlangga Hartarto di musyawarah nasional (Munas) 3-6 Desember mendatang.
"Ada beberapa pembantu Jokowi dijadikan alat juga untuk tekan DPD-DPD, DPD 1 melalui kepala-kepala daerahnya," ujar Syamsul Rizal di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (27/11/2019).
Syamsul memastikan, Presiden Jokowi tidak mengetahui ada tiga menteri yang menekan beberapa DPD Partai Golkar. Karena kata dia, Presiden Jokowi dari awal tidak ingin mencampuri urusan internal Golkar.
Dia melanjutkan, hubungan Presiden Jokowi antara dengan Bamsoet maupun Airlangga Hartarto sama-sama baik. "Jadi ada pembantu presiden saya enggak mau sebut nama, ada 3 pembantu presiden yang telepon DPD-DPD dan ketua-ketua DPD I dan kepala-kepala daerah untuk pilih Airlangga, berpihak ke Airlangga," ungkapnya.
Menurutnya, tiga menteri itu tidak punya jabatan politik di partai politik. Tiga menteri itu, kata dia, hanya mau cari legitimasi politik ke presiden. "Biar presiden itu percaya mereka punya kekuatan politik padahal sebenarnya enggak, hanya banyak bacot doang," ujarnya.
Dia membeberkan, satu dari tiga menteri itu kader Partai Golkar. "Ada 3 pembantu presiden, yang satu itu kader Golkar, yang satu akademisi, yang satu partai lain," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus mengaku tidak mengetahui adanya tiga menteri yang mencampuri urusan pemilihan ketua umum Partai Golkar di Munas nanti. "Saya enggak tahu lah itu, tanya Pak BS (Bamsoet-red), saya enggak tahu," ujar Lodewijk dikonfirmasi terpisah.
Dia kembali melontarkan jawaban senada saat ditanya tanggapannya tentang tiga menteri itu menekan beberapa DPD Partai Golkar untuk memilih Airlangga Hartarto nanti. "Maaf, maaf, no comment kalau masalah itu," pungkasnya.
(maf)