Sertifikasi Pernikahan, Upaya Pemerintah Cetak Generasi Unggul

Sabtu, 23 November 2019 - 10:01 WIB
Sertifikasi Pernikahan,...
Sertifikasi Pernikahan, Upaya Pemerintah Cetak Generasi Unggul
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengungkapkan, jika sertifikasi pranikah sebagai upaya pemerintah mencetak generasi unggul.

"Ketika mendengar ada sertifikasi ini, saya gembira sebetulnya. Kami senang memang sepanjang sertifikasi ini ditujukan untuk menyiapkan membentuk keluarga generasi unggul," ungkap Hasto dalam Forum Merdeka Barat 9 bertema Perlukah Sertifikasi Perkawinan? Di Ruang Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta (22/11/2019).

Hasto mengatakan, untuk mencetak generasi yang unggul untuk Indonesia maju, sehingga keluarga ini menjadi suatu yang sangat penting.

"Karena bagi kami BKKBN itu kan merencanakan keluarga, jadi dengan keluarga berencana itu kan sekarang menjadi upaya untuk mencetak generasi unggul. Oleh karena itu kami senang mendengar ada sertifikasi saat pranikah itu," katanya.

Hasto menjelaskan, secara biologis pihaknya mempunyai kewajiban dari Presiden Jokowi supaya mencetak generasi unggul.

"Presiden meminta supaya kita mencetak generasi yang unggul untuk Indonesia maju. Sehingga keluarga ini menjadi suatu wadah yang sangat penting. Oleh karena itu kami memandang dengan sertifikasi ini sebagai upaya untuk mendapatkan generasi yang unggul," jelasnya.

Mencetak generasi unggul, kata Hasto juga harus ada proses reproduksi yang baik, yang sehat. Dan selama ini banyak sekali pasangan usia subur yang sudah menikah tetapi tidak mengetahui proses reproduksi yang baik.

"Sedangkan kalau kita ingin menghasilkan generasi yang unggul ada proses reproduksinya. Ada fase 1.000 hari kehidupan itu sudah harus diketahui pranikah," ujarnya.

"Katakanlah pernikahan dini, mereka tidak ngerti sama sekali risikonya pernikahan dini. Menikah pada usia di bawah 19 tahun, sedangkan nikah di bawah usia 19 tahun ini perempuan tuh hubungan seks lebih rentan," sambungnya.

Menurutnya, pemerintah sadar betul bahwa indikator derajat kesehatan bangsa adalah angka kematian ibu dan angka kematian bayi, karena disebabkan tidak mengertinya bagaimana persiapan untuk menghadapi kehamilan.

Hasto menegaskan perlu ada sertifikasi pernikahan ini. "Melalui sertifikasi pranikah, bisa memberikan materi penting terkait pernikahan kemudian dia bisa diberikan sertifikat. Saya optimistis ketika ada sertifikasi pranikah bisa kita manfaatkan untuk memberikan masukan proses reproduksi sebelum mereka bereproduksi," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
8 Negara yang Melegalkan...
8 Negara yang Melegalkan Pernikahan pada Usia Dini
Narapidana Kasus Pencabulan...
Narapidana Kasus Pencabulan Nikahi Kekasihnya di Lapas Kediri
Wedding Planner Yes...
Wedding Planner Yes I Do Idaman Calon Pengantin
Pesanan Hantaran Pernikahan...
Pesanan Hantaran Pernikahan Meningkat di Bulan Dzulhijah
Cantik dan Anggun, Begini...
Cantik dan Anggun, Begini Penampilan Erina Gudono saat Pengajian Khataman Al-Quran di Rumahnya
Tempat-tempat Pernikahan...
Tempat-tempat Pernikahan Termahal Dunia, Nomor 1 di Indonesia
Berita Terkini
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Khozinudin Sebut Tidak Ada Kejelasan tentang Ijazah Jokowi
Kejagung: Jadi Deputi...
Kejagung: Jadi Deputi di BGN, Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel
PSHKP Resmi Diluncurkan,...
PSHKP Resmi Diluncurkan, Siap Perkuat Tata Kelola Hukum dan Keuangan Publik
Penampakan Alphard yang...
Penampakan Alphard yang Disita KPK Terkait Kasus Bupati Lombok Barat
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Relawan Jokowi: Jangan Salah Paham, Perkara Belum Selesai
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved