Akademisi Kritik Rencana Pemerintah Terapkan Sertifikasi Pranikah

Selasa, 19 November 2019 - 20:24 WIB
Akademisi Kritik Rencana...
Akademisi Kritik Rencana Pemerintah Terapkan Sertifikasi Pranikah
A A A
JAKARTA - Rencana pemerintah mewajibkan sertifikasi bagi calon mempelai menuai reaksi publik. Rencana ini dinilai lemah secara yuridis dan diprediksi bakal menambah beban keuangan negara.

Peneliti Pusat Kajian Kebijakan Publik dan Hukum (Puskapkum) Panti Rahayu mengatakan sertifikasi pranikah bagi calon mempelai akan membebani masyarakat dan beban keuangan negara.

"Rencana sertifikasi pranikah lemah dari sisi ide dan yuridisnya," ujar Panti di Jakarta, Selasa (19/11/2019). (Baca juga: Pemerintah: Tanpa Sertifikasi, Calon Suami Istri Tak Boleh Nikah )

Dia mengatakan, semestinya pemerintah memaksimalkan aparat pemerintah untuk melakukan edukasi ke masyarakat dengan tanpa membuat narasi baru tentang sertifikasi pranikah.

"Padahal edukasi pranikah merupakan tupoksi (tugas pokok fungsi) pemerintah dalam hal ini penyuluh agama. Mengapa peran itu tidak dimaksimalkan saja dengan melibatkan stakeholder lainnya seperti Kementerian Kesehatan," tutur pengajar hukum perdata di Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

Apalagi, imbuh Panti, jumlah penyuluh agama cukup memadai yakni penyuluh PNS sebanyak 6.226 dan penyuluh non-PNS 45.000 serta penghulu se-Indonesia sebanyak 6.638 orang.

"Baiknya pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama manfaatkan sumber daya manusia yang ada serta perkuat SDM mereka. Karut marut di sektor perkawinan semestinya menjadi tupoksinya," tuturnya.

Dia menyayangkan narasi sertifikasi pranikah yang telah membuat gelisah masyarakat di bawah. Menurut dia, praktik pernikahan dini dan penyimpangan dalam praktik pernikahan emestinya tak bisa terjadi jika masyarakat jika semua pihak taat ada aturan yang berlaku.

"Pertanyaannya mengapa pernikahan dini masih bisa terjadi," lanjut Panti.

Dia mendorong Kementerian Agama melakukan audit secara menyeluruh terhadap para penyuluh agama khususnya dalam hal penyuluhan terhadap pernikahan.

"Penyuluh agama harus dipastikan paham secara menyeluruh mengenai pernikahan baik syarat dan rukun pernikahan termasuk pendidikan pranikah ini," kata Panti.

Kualitas penyuluh agama diharapkan menjadi garda terdepan untuk melakukan edukasi pra nikah kepada calon mempelai.

"Daripada pemerintah sibuk mewacanakan sertifikasi pranikah, lebih baik pemerintah lakukan evaluasi kepada para petugas di lapangan, up grade pengetahuan mereka agar kehadiran mereka dirasakan nyata oleh masyarakat," ujar Panti.

Dia mendorong agar Kementerian Agama dapat memaksimalkan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat tak terkecuali Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4).

"Saya kira kolaborasi pemerintah dengan pihak lainnya termasuk BP4 dapat dioptimalkan kembali. Poinnya pemerintah jangan lagi membebani masyarakat. Baiknya maksimalkan SDM yang ada dan perluas kolaborasi dengan berbagai pihak," tutur Panti.

Dia juga tidak setuju jika program sertifikasi pranikah memunculkan mata anggaran baru untuk pengadaan sertifikat bagi calon mempelai.

"Konsekwensi adanya sertifikat pranikah bisa saja akan menimbulkan pengadaan sertifikat. Di poin ini yang akan menimbulkan beban baru bagi keuangan negara. Ini harus ditolak," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Kemenpora Bekali Pemuda...
Kemenpora Bekali Pemuda Literasi Hukum Perkawinan
Duh, Angka Perkawinan...
Duh, Angka Perkawinan Anak di Jatim Tinggi
Pemkot Parepare Susun...
Pemkot Parepare Susun Strategi Cegah Pernikahan Dini
Cegah Pernikahan Usia...
Cegah Pernikahan Usia Dini, Pemkab Sinjai Sediakan 'Ponsel Berlian'
Aneh Tapi Nyata, Ada...
Aneh Tapi Nyata, Ada Istri Bantu Suaminya untuk Menikahi Mantan Pacar dan Kini Tinggal Satu Atap
Angka Nikah Dini di...
Angka Nikah Dini di Trenggalek Berhasil Ditekan Lewat Desa Nol Perkawinan Anak, Ini Tips dari Novita Hardini
Berita Terkini
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved